Berita Gresik

Nunggak Angsuran, Rumah Dokter Gigi Dieksekusi

"Proses hukum biarkan berlangsung, eksekusi tetap dijalankan," kata Mohammad Rokim kuasa hukum Sholahuddin kepada Surya (TRIBUNnews.com Network)..

Nunggak Angsuran, Rumah Dokter Gigi Dieksekusi
surya/sugiyono
Rumah dr Erna Nurwijayati, di Perumahan Bukit Randuagung Indah (BRAI), Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas, Gresik, dieksekusi untuk dikosongkan, Kamis (28/4/2016). 

SURYA.co.id | GRESIK - Rumah dokter gigi dr Erna Nurwijayati, di Perumahan Bukit Randuagung Indah (BRAI), Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas, Gresik, dieksekusi untuk dikosongkan karena dilelang pihak bank swasta, Kamis (28/4/2016).

Eksekusi itu atas pemenang lelang yaitu Sholahuddin warga Desa Banyubang, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan.

Saat eksekusi pihak pengacara dr Erna mencoba menolak eksekusi karena masih proses gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negeri (PTUN) Surabaya.

Namun, setelah Raden Agusdiono juru sita Pengadilan Negeri (PN) Gresik membacakan putusan. Pengacara dr Erna langsung mencoba menggalkan proses eksekusi dengan alasan masih proses gugatan di PTUN Surabaya.

"Sekarang masih proses gugatan di PTUN Surabaya terhadap bank dan pemenang lelang. Klien kami merasa ditipu sebab dibebani biaya eksekusi sebesar Rp 36 juta untuk menunda eksekusi. Untuk apa uang itu, eksekusi digagalkan kok minta uang," kata Hadi Sasmoyo, kuasa hukum dr Erna.

Namun, pihak pemohon eksekusi tetap meminta proses eksekusi tetap berlanjut. Dengan penjagaan ketat dari TNI, Polisi dan Satpol PP Kabupaten Gresik.

"Proses hukum biarkan berlangsung, eksekusi tetap dijalankan," kata Mohammad Rokim kuasa hukum Sholahuddin kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Akhirnya, barang-barang yang ada di dalam rumah langsung dikeluarkan. Termasuk peralatan praktik untuk pasien sakit gigi juga dikeluarkan.

"Hati-hati kalau memindahkan peralatan praktik. Harganya mahal itu," kata kuasa hukum dr Erna saat mengawasi proses pemindahan barang-barang isi rumah kepada Surya (TRIBUNnews.com Network)..

Diketahui, eksekusi tersebut akibat hutang dr Erna di bank swasta senilai Rp 800 juta.

Karena mengalami tunggakan dan tidak mampu membayar angsuran rumah dua lantai seluas 215 meter persegi itu dilelang pihak bank sehingga terjual Rp 900 juta lebih.

Padahal secara harga pasar rumah tersebut senilai Rp 4 miliar lebih.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Penulis: Sugiyono
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved