Berita Malang Raya

Pangkas Rambut Rampak Naong Tetap Laris meski Barbershop Marak di Kota Malang

#MALANG - SURYA menyaksikan Gatot 'mengeksekusi' tiga kepala. Semuanya menyodorkan uang Rp 10.000 tanpa kembalian.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Yuli
hayu yudha prabowo
BABERSHOP - Cristian memotong rambutnya dengan model Under Cut di Pullman Babershop, Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kota Malang, Minggu (24/4/2016). 

SURYA.co.id | MALANG - Gatot Subroto bergegas menuju kursi setelah seorang laki-laki turun dari kursi di tempat pangkas rambut 'Rampak Naong' di Jalan Hamid Rusdi Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Sabtu (23/4). Gatot duduk menghadap cermin panjang di depannya.

Tak berselang lama, pemilik Rampak Naong sekaligus pemangkas yang juga bernama Gatot, 'beraksi'. Gatot secara cekatan merapikan rambut pendek anggota Batalyon Bekang Kota Malang itu.

Rambut Gatot Subroto telah gondrong untuk ukuran anggota TNI.

Dan hanya dalam waktu 10 menit, rambutnya sudah rapi kembali sesuai potongan rambut tentara. Meski hanya 10 menit, bukan teknik yang gampang merapikan rambut ala tentara.

Gatot lebih banyak memakai alat cukur yang disebutnya 'clipper' (hair clipper/ alat cukur elektronik memakai pisau tajam dan lebih mudah pemakaiannya). Sesekali ia memakai gunting untuk merapikan rambut bagian telinga.

Gatot dalam perjalanannya mencukur dan merapikan rambut si tentara juga tidak sembarangan. Setelah seluruh bagian kepala selesai, Gatot mengoleskan sabun di sekitar leher kemudian mengeriknya memakai silet.

Proses itu merupakan langkah terakhir, untuk membersihkan potongan rambut di sekitar leher.

Gatot Subroto melihat ke cermin, kain yang menyelubunginya dibuka, dan ia pun turun dari kursi.

Gatot kemudian mengangsurkan uang Rp 10.000 kepada si pemangkas. Setelah Gatot pergi, si pemangkas rambut menempatkan sebuah bantalan melintang di atas lengan kursi yang sebelumnya diduduki Gatot.

Kali ini kursi itu ditempati Iksan, seorang bocah SD.

Bantalan kursi itu agar Iksan terlihat lebih tinggi untuk memudahkan pemotongan rambut oleh si pemangkas. Gatot, si pemangkas pun beraksi mengeksekusi rambut Iksan.

Itulah pemandangan pemangkasan rambut di 'Rampak Naong'. 30 menit berada di lapak berukuran 2,5 x 4 meter itu,

SURYA menyaksikan Gatot 'mengeksekusi' tiga kepala. Semuanya menyodorkan uang Rp 10.000 tanpa kembalian. 

Sesuai namanya, 'Rampak Naong' dari Bahasa Madura yang berarti di bawah naungan rerimbunan pohon, tempat usaha milik Gatot itu memang berada di bawah sebuah pohon besar. Pohon itu menempel di salah satu dinding triplek.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved