Berita Malang Raya

Barbershop Marak di Kota Malang, Ancam Pangkas Rambut Tradisional?

#MALANG - Pullman Barbershop, salah satu barbershop di Kota Malang yang berada di Jl Jaksa Agung Suprapto, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Yuli
hayu yudha prabowo
POTONG RAMBUT - Sejumlah pelanggan sedang memotong rambut di Richdjoe Babershop, Jalan Bunga Cokelat, Kota Malang, Minggu (24/4/2016). 

SURYA.co.id | MALANG – Potong rambut bagi para pria metroseksual bukan sekadar urusan memangkas panjang rambut. Ada banyak faktor yang mereka perhitungkan sebelum rela ‘mahkota’ itu diperpendek. Salah satunya soal model, gaya, dan tren. Hal ini pula yang membuat industri barbershop mulai tumbuh.

Di Kota Malang, barbershop mulai banyak didirikan dalam dua tahun terakhir. Para pengusaha mencium aroma bisnis yang harum dari industri tersebut.

Tiap barbershop punya kekhasan masing-masing untuk memikat daya tarik. Daya tarik itu yang akan membedakan barbershop satu dengan yang lain. Ciri khas ini akan berpengaruh juga dengan strategi menarik pelanggan dan segmen pasar yang dituju.

Pullman Barbershop, salah satu barbershop di Kota Malang yang berada di Jl Jaksa Agung Suprapto, Kecamatan Klojen, Kota Malang, ingin menampilkan diri sebagai “salon pria” yang menyasar kalangan menengah ke atas (middle end).

Hal itu ditunjukkan dengan jenis dan macam pelayanan serta kualitas perlengkapan yang dimiliki. Hasilnya, di halaman barbershop yang baru pertama kali buka akhir 2015 itu, hampir selalu terparkir mobil-mobil mewah milik pelanggan.

“Sebagian besar pelanggan kami adalah pengusaha dan pejabat,” kata Yudha Prasetya (29), co owner Pullman Barbershop.

Usaha itu adalah hasil patungan antara Yudha dan Yudianto Gunawan (32). Masalah mode, tren, dan apapun yang berhubungan dengan kenyamanan pelanggan dipegang oleh Yudha. Sementara Yudi, sang owner, lebih berperan sebagai sebagai pengatur strategi pemasaran.

Pengerucutan segmen pasar untuk kaum adam kelas menengah ke atas juga diimbangi dengan layanan dan fasilitas sebaik mungkin. Untuk melekatkan identitas sebagai salon khusus cowok terbaik, Yudha mengklaim, barbershop yang ia kelola hanya menggunakan peralatan pangkas rambut dan bahan perawatan pascapotong bermerek.

“Kami ada kerja sama dengan salah satu pabrikan penyedia kebutuhan perawatan rambut untuk laki-laki yang kualitasnya terbaik,” katanya, sambil menyebut satu merek asal Paris, Prancis.

Jika dibandingkan dengan merek yang dipakai kebanyakan barbershop di Kota Malang, ia mengklaim, selisih harganya lumayan jauh.

Ia mencontohkan, harga sampo yang mereka pakai per liter sekitar Rp 400.000. Harga itu hampir lima kali lipat dibanding dengan harga sampo yang lokal yang banyak dipakai di barbershop lain.

Sementara untuk alat, Yudha juga menyebut, peralatan yang dipakai bermerek dan selalu diganti tiap enam bulan. Ini karena kualitas alat dianggap berperan penting terhadap hasil pencukuran dan durasi proses mencukur.

Dengan mesin cukur rambut yang sudah usang, perlu tiga sampai empat kali pengulangan gerakan untuk mendapat hasil sesuai keinginan. Tapi, dengan mesin cukur yang baru, hasil yang sama bisa didapat hanya dengan satu atau dua kali proses gerakan. 

Dari Kebutuhan

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved