Sabtu, 11 April 2026

Komisi V DPR RI Dukung PT INKA Penuhi Kebutuhan Kereta Api Dunia dan Nasional

"Kami sudah mampu memproduksi kereta api dengan komponen lokal mencapai 70 persen, dengan waktu produksi enam sampai tujuh bulan untuk jenis kereta pe

Penulis: Rizki Mahardi | Editor: Yoni
surya/ Rizki Mahardi
Anggota Komisi V DPRI saat foto bersama dengan jajaran PT INKA 

SURYA.co.id | MADIUN - Komisi V DPR RI melakukan kunjungan ke PT INKA (Persero) di Madiun.

Kunjungan kali ini bertujuan untuk melakukan peninjauan PT INKA (Persero) guna memenuhi kebutuhan transportasi kereta api dalam negeri.

"Kondisi seperti ini harus segera disikapi dan perlu terobosan-terobosan agar PT INKA (Persero) mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, bahkan mengekspor produknya ke luar negeri," ujar rilis yang diterima Surya, Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR Fary Djemy Francis saat meninjau PT INKA (Persero) di Madiun, Jawa Timur kepada Surya (TRIBUNnews.com Network), Jumat (22/4/2016).

Menurut Fary, Pihaknya ingin tahu sejauh mana kesiapan sarana, prasarana, serta sumber daya manusia PT INKA (Persero) dalam menghadapi kebijakan pemerintah yang gencar membangun transportasi terutama kereta api.

"Komisi V DPR fokus pada sektor safety dan security terhadap produk-produk gerbong maupun lokomotif yang dihasilkan PT INKA (Persero). Hal ini penting, untuk bisa meyakinkan jajaran Kementerian Perhubungan bahwa PT INKA (Persero) sudah mampu memproduksi kereta dengan kualitas dunia.

"Sebagai industri nasional strategis, PT INKA harus didukung semua elemen bangsa ini. Kalau bukan kita yang memulai memakai produk kreasi kebanggaan anak bangsa, siapa lagi?" imbuh Soehartono.

Tantangan Komisi V DPR disambut antusias Direktur Utama PT INKA (Persero) R Agus H Purnomo. Menurutnya, beberapa tahun terakhir PT INKA sudah berhasil memenuhi pesanan dari beberapa negara tetangga.

Pada 2015, Bangladesh memesan 150 unit kereta penumpang dengan nilai proyek Rp 900 miliar. Proyek tersebut masih dikerjakan hingga sekarang.

PT INKA (Persero) juga mendapat pesanan dari KAI berupa empat train set untuk K1 dengan nilai kontrak Rp 215 miliar yang akan digunakan untuk angkutan lebaran 2016.

"Kami sudah mampu memproduksi kereta api dengan komponen lokal mencapai 70 persen, dengan waktu produksi enam sampai tujuh bulan untuk jenis kereta penumpang," pungkas Agus kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved