Breaking News:

Berita Surabaya

Warga Semolowaru Tolak Lapangan Futsal di Samping Masjid, Begini Kata Camat Sukolilo

Ponolakan pembangunan lapangan yang digarap Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Surabaya itu dilakukan dengan memasang papan nama.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Parmin
surya/sri handi lestari
Warga RW 06 Kelurahan Semolowaru memasang papan penolakan pembangunan lapangan futsal oleh Pemkot Surabaya, Kamis (22/4/2016). 

Bahkan pihaknya juga sudah mengirim surat untuk beraudensi dengan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, namun belum ada respons.

"Keberadaan lapangan futsal di fasum RW 06 ini kami anggap tidak sesuai. Apalagi untuk anak sekolah SD. Warga kami akan tidak bisa ikut menikmati," jelas Budiman.

Sebenarnya warga RW 06 sangat terbuka dengan pembangunan di fasum yang ada di wilayah mereka. Namun, pihaknya menginginkan pembangunan berupa taman, atau areal umum yang lebih ramah anak dan bisa dinikmati semua warga tanpa terbebas usia.

"Karena kalau futsal untuk anak sekolah yang sekolahnya tidak di wilayah kami rawan ramai, rawan konflik antarsuporter dan lainnya," tambah Dr Soetanto Soepiadhy, warga RW 06 lainnya.

Pengelola masjid dan yayasan Al Quddus, Munfasila, juga mengaku keberatan. Fasilitas di samping masjidnya itu, bila dibangun lapangan futsal, dikhawatirkan akan mengganggu kegiatan di masjid.

"Apalagi kalau lapangan futsal untuk anak sekolah kan ramai sekali. Kami kuatir bisa mengganggu kekhusyukan kegiatan di masjid," lanjut Munfasila.

Kepala Bidang (Kabid) Olahraga Prestasi Dispora Kota Surabaya, Edi Santoso, mengakui bila pembangunan lapangan futsal itu merupakan proyek Dispora.

"Kami melakukan pembangunan atas permintaan sekolah melalui Dinas Pendidikan dan sudah dalam proses. Kalau ada penolakan, kami belum menerima surat resminya," kata Edi ketika dikonfirmasi.

Karena itu, pihaknya akan melanjutkan pembangunan, karena sudah masuk dalam anggaran dan rencana kerja.

Apalagi tujuan pembangunan lapangan futsal itu untuk anak-anak dan penyelamatan bagi generasi muda agar bisa mendapatkan tempat berkegiatan yang positif. Antisipasi agar tidak berkegiatan negatif.

Camat Sukolilo, Kanti Budiarti, ketika ditemui di kantornyamenyatakan, pihaknya akan ikut mengamankan proses pembangunan proyek Pemkot itu.

"Saya kira sebelumnya pasti sudah ada sosialisasi sehingga lanjut ada pembangunan. Kalau ada komunikasi yang terputus di tingkat warga, silakan dimusyawarahkan kembali," kata Kanti, didampingi Yongki, Kasubag Umum dan Kepegawaian Kecamatan Sukolilo.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved