Breaking News:

Berita Surabaya

Warga Semolowaru Tolak Lapangan Futsal di Samping Masjid, Begini Kata Camat Sukolilo

Ponolakan pembangunan lapangan yang digarap Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Surabaya itu dilakukan dengan memasang papan nama.

surya/sri handi lestari
Warga RW 06 Kelurahan Semolowaru memasang papan penolakan pembangunan lapangan futsal oleh Pemkot Surabaya, Kamis (22/4/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Warga RT 2, 3, 6, 7, 8, dan 9, di RW 6, Kelurahan Semolowaru menolak pembangunan lapangan futsal di atas lahan fasilitas umum di wilayahnya.

Ponolakan pembangunan lapangan yang digarap Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Surabaya itu dilakukan dengan memasang papan berisi tulisan bernada menolak.

Papan itu berada di belakang masjid Al Quddus, Semolowaru Elok.

"Hentikan Pembangunan" atas nama RW 06.

Di bagian atas, menyebutkan tiga tuntutan, pertama terkait UU Nomor 1 tahun 2011 tentang fasum pasal 20 ayat 2.

Kedua tentang pembangunan yang dianggap tanpa melalui prosedur yang melibatkan warga.

Ketiga, tidak ada sosialisasi awal pembangunan lapangan futsal itu.

Iswinarno, mantan Ketua RW 06, menambahkan pembangunan lapangan futsal itu dilakukan oleh Dispora Kota Surabaya dan merupakan permintaan dari SDN Semolowaru IV melalui Dinas Pendidikan Kota Surabaya.

"Sekolah tersebut lokasinya di wilayah RW 08, yang juga punya tanah fasum sendiri. Tapi mereka malah tanpa minta persetujuan warga seluruh RW 6, informasinya langsung koordinasi dengan Ketua RW, dan langsung dibangun," jelasnya.

Ketua LKMK Semolowaru, Hadi Budiman, mengakui bila penolakan itu sudah diinformasikan ke Pemkot Surabaya.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved