Berita Pemprov Jatim
Serapan Beras Bulog Jawa Timur Baru Mencapai 159.677 ton hingga April
#Surabaya - Serapan beras Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Jatim masih sekitar 15 persen atau 159.677 ton pada 18 April 2016.
Penulis: Samsul Hadi | Editor: Adrianus Adhi
SURYA.co.id I SURABAYA - Serapan beras Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Jatim masih sekitar 15 persen atau 159.677 ton pada 18 April 2016. Sedangkan total target serapan beras Bulog Jatim tahun ini (2016) mencapai 1.050.000 ton.
Kepala Perum Bulog Divre Jatim, Witono, mengatakan, untuk memaksimalkan serapan beras, Bulog membentuk Tim Sergap (serapan gabah petani).
Tim yang terdiri atas Bulog, TNI AD, Gapoktan, Dinas Pertanian, dan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), itu bertugas membeli gabah dari petani di sawah. Harga
beli gabah kering giling Rp 4.600 per kilogram, sedangkan harga beli gabah kering panen Rp 3.700 per kilogram.
"Serapan setara beras pada April ini masih sekitar 15 persen, tapi untuk serapan setara gabah sudah mencapai 316.399 ton. Sekarang masih panen raya sampai akhir Juni. Kami menargetkan serapan beras bisa mencapai 70 persen hingga akhir Juni. Target serapan beras kami tahun ini sekitar 1.050.000 juta ton,” kata Witono, Selasa (19/4/2016).
Dikatakannya, memang ada beberapa kendala yang dihadapi bulog dalam menyerap gabah petani. Salah satunya soal cuaca.
Sampai sekarang di beberapa daerah di Jatim masih musim hujan. Musim hujan mempengaruhi gabah hasil panen petani.
Petani tidak bisa menjemur gabah hasil panen. Bulog juga tidak mungkin membeli semua gabah kering panen karena keterbatasan infrastruktur.
“Mesin pengering gabah milik Bulog juga terbatas, termasuk tenaganya. Kalau kami membeli gabah kering panen, kami harus mengeringkan dulu. Selain itu, faktor harga pada musim panen juga dapat mempengaruhi tingkat serapan,” ujarnya.
Meski serapan beras masih rendah, kata Witono, stok beras Bulog Jatim masih cukup untuk kebutuhan empat bulan ke depan.
Sekarang, stok beras Bulog Jatim mencapai 169.550 ton. Selain itu, Bulog juga terus memaksimalkan serapan beras tiap hari. “Rata-rata, tiap haris, serapannya sekitar 1.300 t0n,” katanya.
Sementara, anggota Komisi B DPRD Jatim, Subianto mengatakan masih banyak gabah di petani yang belum diserap Bulog. Apalagi di beberapa daerah yang masih musim hujan, harga beli gabah cenderung turun.
Ia mencontohkan kasus di Kunjang, Kabupaten Kediri. Pada musim panen raya ini harga gabah kering panen di bawah Rp 3.500 per kilogram. Padahal harga pembelian pemerintah (HPP) gabah kering panen Rp 3.700 per kilogram.
“Pada panen raya, kondisi gabah melimpah, hujan juga terus menerus. Petani tidak bisa menjemur gabah. Akhirnya harga gabah turun. Kami berharap Tim Sergap yang dibentuk Bulog dapat berjalan maksimal sehingga petani tidak rugi,” ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/berita-sumenep-tumpukan-beras-raskin_20160325_185811.jpg)