Hukum Kriminal Surabaya

Penusukan Preman Adiba Bermotif Dendam Antarkelompok, Ini Kata Polisi

“Setelah mengeroyok itu, kami langsung ke Krian,” kata Agung, Senin (18/4/2016).

Penulis: Zainuddin | Editor: Parmin
surya/zainuddin
Polisi memperlihatkan para tersangka pengeroyokan berikut barang bukti celurit di Mapolrestabes Surabaya, Senin (18/4/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Masih ingat penusukan preman bernama Adiba (35) di Jalan Simopomahan atau dekat pintu masuk Tol Banyu Urip pada 2 April 2016 lalu?

Anggota Unit Resmob Polrestabes Surabaya telah menangkap dua dari enam pelaku penusukan ini.

Dua pelaku itu adalah Nopan (26) dan Agung Setiawan (27). Dua warga Simo Pomahan ini ditangkap di rumah saudara Nopan di Krian, Sidoarjo.

“Setelah mengeroyok itu, kami langsung ke Krian,” kata Agung, Senin (18/4/2016).

Dalam pengeroyokan ini, Nopan membawa pisau. Sedangkan Agung tidak membawa senjata apapun. Agung hanya memukul kepala korban sekali.

Pengeroyokan ini bermula saat Nopan dan tersangka yang masih buron berinisial BA datang ke lokasi.

Dua orang ini berniat mengambil gaji temannya BA. Saat tiba di lokasi, Adiba dan teman-temannya sedang menggelar pesta minuman keras (miras).

Nopan mengaku mengenal Adiba dan beberapa temannya yang sedang menggelar pesta miras. Dia pun menyempatkan diri mampir sejenak di lokasi pesta miras.

Sebagai penghormatan, Nopan menerima segelas miras yang disodorkan teman korban.

Tidak mau berlama-lama di lokasi, Nopan dan BA berniat meninggalkan lokasi. Adiba minta uang kepada Nopan. Tapi Nopan menolak permintaan itu. Adiba dan Nopan langsung terlibat perang adu mulut. Bahkan Adiba mengajak Nopan duel.

“Saya langsung pulang dan memberitahukan kejadian itu ke teman-teman,” kata Nopan.

Lima temannya bersedia menemani Nopan datang ke lokasi lagi. Sebelum datang ke lokasi, Nopan mengambil pisau di rumahnya. Beberapa teman Nopan juga mengambil senjata tajam, seperti celurit.

Saat tiba di lokasi, Nopan dan teman-temannya tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Nopan Nopan langsung menusukkan pisaunya ke perut korban. Melihat kejadian ini, teman-teman korban langsung melarikan diri.

“Saya buang pisaunya di sungai. Saya lupa nama lokasinya. Saya hanya membawa celurit teman,” terang Nopan.

Sampai sekarang Unit Resmob masih memburu empat tersangka lain yang terlibat dalam pengeroyokan terhadap Adiba.

Empat tersangka itu berinisial RN, BA, BG, dan RN.

Kasubag Humas Polrestabes Surabaya, Kompol Lily Djafar mengungkapkan pengeroyokan ini bermotif dendam antarkelompok preman. Menurutnya, Adiba juga termasuk preman di kawasan tersebut.

“Korban masih menjalani perawatan di RS Dr Soetomo,” kata Lily.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved