Berita Surabaya
Risma Suruh Staf Razia Puluhan Anak Punk, Ini Pesannya kepada Mereka
#SURABAYA - Anak-anak yang berdomisili Surabaya akan dibawa ke Liponsos dan bagi yang dari luar Surabaya akan dipulangkan ke kampung asal mereka.
Penulis: Dya Ayu | Editor: Yuli
SURYA.co.id | SURABAYA - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Sabtu (16/4/2016) sore memberikan arahan pada puluhan punkers yang dirazia dari kawasan Monumen Kapal Selam (Monkasel).
Puluhan anak punk dari Surabaya dan luar Surabaya tersebut sedianya hendak menonton konser di Monkasel, namun beberapa dari mereka didapati Risma sedang mengamen di traffic light daerah tersebut.
"Tadi kebetulan saya lewat daerah situ, saya lihat mereka sedang ngamen, terus tak suruh dibawa ke kantor Linmas," katanya.
Saat di kantor Linmas, Risma bertanya alasan mereka mengamen.
"Kalau nggak ngamen saya dipukul bu, makanya ngamen buat beli rokok," ujar salah satu anak punk. Ancaman pemukulan itu, katanya, berasal dari seniornya dalam komunitas punk.
Rata-rata mereka berumur 11 sampai 16 tahun, dan sebagian sudah tidak melanjutkan sekolah.
Melihat kondisi demikian, Risma lantas memberikan wejangan pada anak-anak tersebut untuk bersekolah kembali dan memulai hidup yang normal layaknya anak pada umumnya.
"Saya minta agar anak-anak ini terus sekolah bagaimanapun caranya, itu kewajiban mereka, saya minta Dinas Sosial untuk mencarikan psikolog bagi anak-anak yang kelihatan trauma agar mereka bisa kembali membanggakan orangtua mereka kelak," ujar Risma.
Anak-anak yang berdomisili Surabaya akan dibawa ke Liponsos dan bagi yang dari luar Surabaya akan dipulangkan ke kampung asal mereka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/anak-punk-wali-kota-surabaya-tri-rismaharini_20160416_205128.jpg)