Kecelakaan Maut KA vs Innova

Dokter Penolong Ini Terlalu Cepat Pergi Bersama Istri dan 2 Keponakan

#SURABAYA - Bapak itu tiap pulang ke sini, kami selalu diberikan pengobatan gratis. Anak-anak didata dulu, lalu besoknya waktu bapak datang.

Dokter Penolong Ini Terlalu Cepat Pergi Bersama Istri dan 2 Keponakan
RORRY NURMAWATI
Jenazah dr Hari Kushartono, istrinya, Yurnalis, dan kedua keponakannya dimakamkan di Karang Tembok, Jalan Sawah, Surabaya, Kamis (14/4/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Duka mendalam atas kepergian dr Hari Kushartono tidak hanya dirasakan keluarga, melainkan juga rekan kerja di RS dr Soetomo Surabaya.

Isak tangis mengiringi kepergian dokter spesial anak dan kandungan ini di rumah duka, Jalan Sumber Mulyo Kelurahan Gundi, Bubutan, Surabaya, Kamis (14/4/2016).

Dokter muda yang terkenal dengan kedermawanannya dan loyalitasnya ini begitu melekat di hati para tetangga maupun teman sejawatnya.

Yang paling berkesan bagi para tetangga adalah kebaikan dan kepeduliannya sangat besar. Contahnya ketika dr Hari pulang mengunjungi rumah orangtuanya, dia kerap membuka pendaftaran berobat secara gratis untuk warga setempat.

"Bapak itu tiap pulang ke sini, kami selalu diberikan pengobatan gratis. Anak-anak didata dulu, lalu besoknya waktu bapak datang kami sudah mengantre untuk berobat," kata Endah, tetangga dr Hari..

Tidak hanya memberikan pengobatan gratis, dr Hari juga selalu bersedia dipanggil jam berapa pun saat warga membutuhkan bantuannya.

Dedikasi dan loyalitas inilah yang membuat para tetangga salut terhadap kinerja almarhum. "Bapak itu orangnya tidak perhitungan sama uang, beliau ini lebih memikirkan kesehatan kami dibandingkan mencari uang dengan identitasnya sebagai dokter," ujarnya sambil berlinang air mata saat mengenang kebaikan dr Hari.

Tidak hanya dr Hari, istri almarhum yang berprofesi sebagai bidan pun turut andil di dalamnya. Bahkan tidak jarang, pengobatan gratis itu dilakukan secara berdua dengan istri tercintanya.

"Keduanya itu baik, dokter dan bidan yang super. Makanya kami sangat kehilangan mereka, terlebih mereka meninggal secara bersamaan," kata perempuan 47 tahun ini.

Selain terkenal baik di kalangan warga sekitar, dr Hari juga meninggalkan kesan mendalam bagi para teman kerjanya.

Seperti yang dirasakan dr Agus Hariyanto teman almarhum. Di sela-sela pemakaman, Agus menuturkan meski dr Hari terbilang senior namun dia tidak pernah memperilakukan yuniornya sebagai dokter baru dan belum berpengalaman.

"Beliau ini orangnya baik banget. Beliau ini benar-benar dokter yang menerapkan betul apa yang namanya sumpah dan kode etik dokter. Jiwa loyalitasnya luar biasa tanpa batas," katanya.

Hal serupa juga diutarakan oleh Lilik, teman dr Hari. Perempuan 56 tahun ini sangat mengagumi sosok dokter muda yang tak mengenal waktu.

Dokter yang selalu siap saat dibutuhkan, bahkan pada jam orang terlelap sekalipun, dr Hari masih mau melayani pemeriksaan.

"Pastinya kami sangat kehilangan sosok seperti beliau ya, terlebih sosok beliau ini patut untuk diteladani bagi kami semua," katanya. 

Penulis: Rorry Nurwawati
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved