Kecelakaan Maut KA vs Innova

4 Kerabat Tewas Dekat Rumah di Sidoarjo, Dengar Kabar Justru dari Palembang

#SURABAYA - Kabar duka diketahui Ghofirin pada pagi harinya selepas salat subuh. Saat itu, Ghofirin mendapatkan kabar dari saudaranya di Palembang.

4 Kerabat Tewas Dekat Rumah di Sidoarjo, Dengar Kabar Justru dari Palembang
Facebook
SEMASA HIDUP - dr Hari Kushartono dan istrinya, Yurnalis. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Masih sangat jelas terlintas dalam pikiran M Ghofirin, adik ipar dr Hari Kushartono, saat almarhum mengantarkannya bersama Dewi Anggraini, istrinya, sepulang bertakziah di rumah seorang teman di daerah Perumahan Deltasari, Waru, Sidoarjo.

Kala itu, Ghofirin bahkan tidak mengetahui peristiwa yang menimpa kakak iparnya yang tewas tersambar kereta api (KA) tepat 100 meter dari rumahnya di Perumahan Griyo Taman Asri, Kecamatan Taman, Sidoarjo, Rabu (14/4/2016) malam.

Kabar duka baru diketahui Ghofirin pada pagi harinya selepas salat subuh. Saat itu, Ghofirin mendapatkan kabar dari saudara istrinya yang tinggal di Palembang.

Seketika, Ghofirin bergegas menuju RS dr Soetomo Surabaya untuk melihat kondisi kedua keponakannya yang selamat.

"Di RS Khodijah itu kan cuma sementara lalu dirujuk ke Soetomo, makanya saya langsung ke sana. Ternyata yang selamat dua anak kandung mbak Yurnalis," kata pria 36 tahun ini, Kamis (15/4/2016).

Selepas pemakaman, Ghofirin menceritakan runtutan kronologi kejadian peristiwa yang menimpa keluarga besar dr Hari Kushartono kepada SURYA.co.id.

Saat itu, selepas Maghrib, dr Hari bersama istrinya, Yurnalis, dan dua keponakan dari pihak Yurnalis, mendatangi rumahnya.

Saat itu, almarhum mengajak Ghofirin bersama istri untuk bertakziah ke rumah temannya di daerah Perumahan Deltasari, Waru. "Takziahnya bareng karena Pak Hari dan istri sama-sama kenal," ujar dia.

Berangkat dari Driyorejo, almarhum mengendari mobil Toyota Innova hitam menuju Desa Tawangsari, Kecamatan Taman, Sidoarjo.

Setelah pulang dari takziah, almarhum bersama istrinya sempat berhenti sebentar untuk berbincang. Tak lama kemudian, dr Hari mengajak pulang lantaran jam menunjukkan pukul 22.45.

Halaman
12
Penulis: Rorry Nurwawati
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved