Citizen Reporter

Menyimak Argopuro Bernyanyi

beragam genre musik tersuguh apik dalam Festival Argopuro yang sanggup mengusir dingin yang turun membekap lereng Gunung Argopuro malam itu...

Menyimak Argopuro Bernyanyi
moh imron/citizen
Festival Argopuro 

Reportase : Moh Imron
Pegiat literasi di Komunitas Penulis Muda Situbondo 

FESTIVAL Argopuro berlangsung 8 – 9 April 2016 lalu di lereng Gunung Argopuro, Desa Baderan, Kecamatan Sumbermalang, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, digelar oleh Sanggar Musik Sambalado dan Reng Cinta Besokeh.

Kegiatan ini merupakan bentuk silaturrahmi kepada masyarakat dalam satu pementasan seni, sebagai pesta kegembiraan bagi masyarakat dan membangun keluarga baru. Sekaligus sebagai bukti  bahwa pemuda sudah waktunya untuk lebih mandiri.

Mereka tak terlibat dengan siapapun, malah mengedepankan dan memanfaatkan jejaring teman pemuda hingga menjadi satu. Mereka berasal dari kalangan sanggar seni, komunitas, pelajar, mahasiswa, guru, seniman, dan pemerhati seni budaya. Bahkan kepala desa dan warga ikut mendukung, menyemangati dan membantu menyediakan logistik sesuai kemampuan di Festival Argopuro ini.

“Dengan kegiatan ini agar pemuda Situbondo lebih bergeliat dan bersinergi lagi dan tak selalu meminta dan menyandar pada pemerintah kabupaten atau instansi lainnya. Harus dibuktikan anak-anak muda itu bisa dan kreatif,” tegas Ali Gardy, salah satu seniman yang terlibat dalam Festival Argopuro.

Malam itu, kami menikmati suguhan berbagai genre dan saling silang musik. Instalasi panggung menggunakan alas jerami, dihiasi ranting pohon dan sangkar burung dengan latar pemandangan alam. Panggung yang lebih terbuka, dekat dengan penonton tanpa pembatas sehingga penonton yang hadir benar-benar menikmati acara yang disuguhkan dalam Festival Argopuro dengan tenang.

Panitia juga memberi kesempatan saya membacakan puisi. Bertiga dengan Zya dan Ariyanti, sahabat yang bertemu di tempat ini untuk bermusikalisasi puisi tentang keindahan alam berkolaborasi dengan seniman lokal dan mancanegara. Sungguh momen yang sangat langka dan luar biasa.

Jarang sekali hiburan digelar di pelosok desa. Meski mengutamakan gotong royong dan swadaya, mereka mampu menghadirkan musisi lokal dan luar negeri yang tergabung dalam Jaringan Festival Kampung Nusantara.

Selain bermusik juga diadakan penghijauan, happy camping, dan gelar jajanan tradisional. Acara seni budaya ini mengajarkan kesederhanaan khas kampung dengan melibatkan pemuda-pemuda khususnya di daerah lokal untuk terus berkarya.

Ditingkah pesona alam lereng Gunung Argopuro dengan aktivitas dan semangat gotong royong warga tentang cara menikmati hidup.

 

Editor: Tri Hatma Ningsih
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved