Berita Gresik

Aktivis PMII Demo Polres Gresik

tapi oknum penguasa dan pejabat dibiarkan bebas merajalela menghabiskan pajak rakyat," katanya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Aktivis PMII Demo Polres Gresik
surya/sugiyono
Aktivis PMII Cabang Gresik unjuk rasa di Polres Gresik untuk menuntut keperpihakan kepada rakyat dalam penegakkan hukum, Rabu (13/4/2016). 

SURYA.co.id | GRESIK - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Gresik berdemo ke Polres Gresik, Rabu (13/4/2016).

Para mahasiswa itu meminta kejelasan penyelidikan kasus buruh dan kasus hukum yang diduga mandek di Polres Gresik.

Sambil berjalan kaki mereka berorasi dan membentangkan poster berisi tuntutannya.

"Hukum yang diberikan kepada penegak hukum tidak ada keperpihakan terhadap rakyat. Tapi berpihak kepada pengusaha dan penguasa. Bahkan orang pengembala sapi juga ditahan karena menerima dana hibah sapi," kata Budi Arianto, anggota PMII Cabang Gresik, Rabu (13/4/2016).

Dalam aksinya, agar pihak Polres Gresik terbuka dalam penyelidikan kasus yang mempenjarakan aktivis buruh Abdul Hakam dan Agus Budiono yang ditahan akibat penyidik Polres Gresik dikenakan Pasal 335 ayat (1) Kitab Undang -Undang Hukum Pidana (KUHP) yang sudah dihapus oleh Mahkamah Konstitusi (MK).

Begitu juga kasus dugaan malapraktik yang merenggut nyawa nyawa bocah 5 tahun yaitu mendiang Habibi, yang meninggal dunia setelah operasi spindel tumor di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Nyai Ageng Pinatih, Jl KH Abdul Karim, Gresik oleh dua dokter yang bertugas di RSUD Ibnu Sina.

Kedua dokter tersebut diduga juga tidak mengantongi izin praktik. Kasus yang hampir satu tahun lebih tersebut sampai sekarang belum jelas keberadaannya.

Beberapa kasus lain yang ditangani penegak hukum Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik yaitu kasus korupsi dana hibah sapi yang hanya menahan warga penerima hibah sapi dan hanya pengembala sapi.

"Hukum di Gresik sudah tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Rakyat kecil yang dihukum tapi oknum penguasa dan pejabat dibiarkan bebas merajalela menghabiskan pajak rakyat," katanya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

PMII Gresik mendesak kepada penegak hukum di Gresik agar memperbaiki sistem penegakan hukum di Kabupaten Gresik, Memberikan keadilan untuk rakyat dan transparansi proses penegakkan hukum di Kabupaten Gresik.

"Kita berharap agar Kepolisian, Kejaksaan dan Pengadilan Negeri memberikan hukuman yang adil bagi rakyat, penguasa dan penguasa," kata Eni, koordinator unjuk rasa kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Massa ditemui oleh Kabag Ops Polres Gresik Kompol Nur Halim.

"Apa yang menjadi kesulitan adik-adik sudah saya dengar. Silahkan kasus itu dikumpulkan nanti saya sampaikan. Polres terbuka. Dokter yang diduga malapraktik, nanti kami koordinasikan, sebab yang mengurusi reskrim," kata Nur Halim, saat menemui massa yang orasi di depan pintu gerbang Mapolres Gresik.

Mendapatkan penjelasan tersebut, massa masih menggelar orasi dan mengatakan akan terus mengawal penegakkan hukum di Kabupaten Gresik. Massa kemudian bergeser ke Kejari Gresik untuk menyampaikan aspirasi yang sama.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Penulis: Sugiyono
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved