Berita Banyuwangi
Banyuwangi Akan Bentuk UPT Penanganan Kemiskinan
"Target kami satu bulan ke depan sistem dan datanya sudah bisa dioperasionalkan dan segera menunjang kinerja UGD yang ada di kantor saya," kata Anas k
Penulis: Haorrahman | Editor: Yoni
SURYA.co.id | BANYUWANGI - Pemkab Banyuwangi kini menyiapkan terobosan dengan membentuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) Penanganan Kemiskinan. Nantinya UPT ini akan ada di setiap kantor kecamatan.
"Kami sedang merumuskan formula penanganan kemiskinan secara cepat dan tanggap," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Selasa (12/4/2016).
Menurut Anas, masalah kemiskinan tetap menjadi perhatian. Meskipun angka kemiskinan di Banyuwangi dari tahun ke tahun menurun.
Angka kemiskinan di Banyuwangi pada 2010 mencapai 20,09%. Dalam kurun empat tahun berkurang menjadi 9,57 persen.
"Selama ini anggaran penanganan kemiskinan telah ada, tetapi terkadang terbentur urusan administrasi," kata Anas.
Administrasi-administrasi itu menghambat warga miskin untuk mendapat pelayanan. Oleh karena itu, menurut Anas, dengan program ini bisa menjadi jalan tol untuk mengintegrasikan dengan berbagai dinas yang ada.
UPT tersebut bertugas merespons beragam permasalahan yang dialami warga miskin. Terutama dalam hal pelayanan dasar, seperti akses kesehatan dan pendidikan.
UPT itu nantinya akan terhubung secara online dengan Unit Gawat Darurat (UGD) Penanganan Kemiskinan yang berada di Kantor Bupati.
Dalam UGD nanti akan diintegrasikan data mulai dari Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, serta Bagian Kesejahteraan Masyarakat sebagai sekretariat UGD.
Data kemiskinan itu terintegrasi mulai dari Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, BPM (Des), juga Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesmas) karena data ini penting.
"Target kami satu bulan ke depan sistem dan datanya sudah bisa dioperasionalkan dan segera menunjang kinerja UGD yang ada di kantor saya," kata Anas kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).
Dengan dibentuknya UPT ini, Anas mengharapkan penanganan permasalahan kemiskinan bisa berjalan cepat. Tak harus menunggu dalam waktu yang lama dan alur birokrasi yang panjang.
"Kita terus merumuskan formula yang lebih cepat. UPT ini, harapannya nanti bisa segera memberikan penyelesaian masalah kemiskinan secara cepat," ujar Anas kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).
Selama ini, Bupati Anas memaksimalkan penggunaan media sosial Twitter dan Facebook, untuk menerima pengaduan tentang permasalahan kemiskinan dan permasalahan lain sebagainya dari masyarakat. Dari aduan yang diterima, lalu dilanjutkan penanganannya melalui grup WhatsApp SKPD dan Camat.
Biasanya Anas mengapture keluhan-keluhan itu, dan langsung mengirimkan ke SKPD dan Camat yang bersangkutan. Anas meminta agar pihak terkait langsung menyelesaikan masalah tersebut.
"Berkat kemajuan teknologi, saya merasa terbantu karena banyak pengaduan yang direct ke saya. Saya sudah bentuk grup messenger dengan kepala SKPD, saya capture dan langsung kami tangani," kata mantan Anggota DPR RI tersebut.
Anas menginginkan UPT bisa membuat penanganan kemiskinan bisa lebih sistematis.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/berita-banyuwangi-bupati-banyuwangi-bentuk-upt-kemiskinan_20160412_165045.jpg)