Berita Gresik
Lebih Laku di Pasar, Warga Desa Gumeno Diajarkan Mengolah Ikan Bandeng
#Gresik - Kalau sudah bisa mengolah bandeng menjadi makanan seperti ini, jelas bisa laku dijual dan memberikan nilai ekonomis kepada kami
Penulis: M Taufik | Editor: Adrianus Adhi
SURYA.co.id I GRESIK - Saat musim panen, penjualan ikan Bandeng di Gresik terbilang cukup sulit. Terutama, untuk menjual ikan Bandeng yang berukuran kecil. Karena itulah, ibu-ibu di daerah ini harus memutar otak untuk mengolahnya agar tidak dijual murah.
Sri Retno Ningsih, warga Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Gresik mengatakan, saat musim panen dia dan beberapa warga di sana harus rela menjual bandeng berukuran kecil dengan harga murah, karena bandeng berukuran kecil sulit dijual ke pasar.
“Kalau tidak diobral murah-murah malah tidak laku. Bahkan, sampai ada yang dibiarkan membusuk karena ikan tidak laku dijual,” kata Sri Retno Ningsih di sela mengikuti pelatihan mengolah makanan berbahan dasar ikan bandeng di Balai Desa Gumeno, Selasa (5/4/2016).
Tapi jika diolah, bandeng-bandeng yang tidak laku dijual itu tetap bisa laku di pasaran. Seperti diolah menjadi abon ikan bandeng, Rolade bandeng, ekado bandeng, nugget, bakso bandeng dan kakiraga.
“Kalau sudah bisa mengolah bandeng menjadi makanan seperti ini, jelas bisa laku dijual dan memberikan nilai ekonomis kepada kami," lanjutnya.
Tak ayal, Sri Retno dan sekitar 50 ibu lain sangat antusias mengikuti pelatihan yang difasilitasi oleh Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, Perdagangan Gresik bekerja sama dengan PT Kelola Mina Laut, Universitas International Semen Indonesia (UISI) dan UD Multi Sarana Niaga Gresik tersebut.
Dalam kegiatan ini, mereka diajari untuk membuat beraneka makanan secara efektif dan higienis. Selain mengolah para ibu juga diajari untuk mengemas dengan kemasan yang berlabel bandeng Mentari.
Antusias para ibu terhadap pelatihan ini karena produk ikan bandeng di desa tersebut sangat melimpah. Luas areal tambak di wilayah Gumeno mencapai 400 hektar dari 482 hektar total luas wilayah. Dan dari area itu, produksi ikan bandeng mencapai kisaran 840 ton per tahun.
Najikh, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, Perdagangan Gresik, menyampaikan bahwa dalam program ini mulanya dilakukan inventarisasi produk lokal yang sudah ada. Kemudian berupaya meningkatkan produk tersebut dengan memberikan pelatihan peningkatan kualitas produk, pengemasan serta pemasaran.
“Kami hanya membantu dan memfasilitasi. Dalam kegiatan ini, kami juga menggandeng beberapa instansi, baik dari perguruan tinggi maupun swasta. Termasuk pemilik merk 'Bandeng Mentari' yang siap menampung produk hasil olahan ibu-ibu di sini,” katanya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/berita-gresik-bandeng-olahan-gresik_20160405_195805.jpg)