Berita Gresik
Dianggap Tidak Ada Peminat, Reaktifasi Jalur KA Gresik Mandek, Begini Penjelasan PT KAI
PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyebut reaktifiasi KA ke Gresik belum bisa direalisasi karena belum ada customernya.
Penulis: M Taufik | Editor: Parmin
SURYA.co.id | GRESIK – Rencana pemerintah untuk mengaktifkan kembali jalur kereta api (KA) di Kabupaten Gresik jalan di tempat.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyebut reaktifiasi KA ke Gresik belum bisa direalisasi karena belum ada customernya.
“Mengingat customer angkutan barangnya belum ada, saat ini reaktifasi KA ke Gresik belum bisa direalisasikan,” ungkap Suprapto, Manager Humas Daop VIII PT KAI, Selasa (5/4/2016).
Beberapa waktu lalu, Pemprov Jatim bersama PT KAI mengaku bakal mengaktifkan jalur kereta api di Gresik untuk mendukung kemudahan angkutan logistik.
Terutama angkutan barang dari Tanjung Perak ke kawasan industry di Gresik, atau sebaliknya dari pabrik-pabrik di Gresik menuju Surabaya.
Suprapto menyebut, rencana itu masih jalan di tempat sambil menunggu potensi pasar angkutan.
“Kan kita membangun harus ada kepastian bahwa jalur tersebut dipakai secara maksimal oleh pangsa pasar angkutan,” jawabnya.
Artinya, rencana pengoperasian kembali jalur kereta peninggalan Belanda di Gresik belum jelas hingga sekarang.
Di sisi lain, para pelaku usaha di Gresik sejatinya sangat menunggu pengoperasian kereta api untuk angkutan barang.
Sebab, angkutan jenis ini terbilang jauh lebih efisien dibanding menggunakan truk atau angkutan lain.
“Kereta api sangat dibutuhkan, untuk angkutan barang maupun manusia. Jika dibanding truk, angkutan barang menggunakan kereta bisa lebih efisien sampai sekitar 40 persen. Cukup tinggi selisihnya,” ungkap Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupetan Gresik, Tri Andy Suprihartono.
Dengan ongkos transportasi yang lebih murah, hemat dan lebih cepat, tentunya harga barang ke konsumen juga bisa lebih murah.
“Sayangnya, sampai sekarang fasilitas angkutan kereta belum ada di Gresik,” ujarnya.
Terkait rencana reaktifasi KA Gresik, pihaknya mengaku belum pernah mendapat kabar dan sosialisasi.
Pihaknya menampik jika disebut bahwa KA angkutan barang tidak ada customernya di Gresik.
“Kalau memang ada (angkutan KA), kami sangat yakin banyak industri memanfaatkannya. Terutama consumer goods, ekspor kayu, tekstil, industi makanan dan minuman. Pabrik-pabrik yang tergolong industri besar itu selama ini kebanyakan harus mengirim barang ke Surabaya dulu, untuk selanjutnya didistribusikan ke berbagai daerah. Termasuk untuk tujuan ekspor,” paparnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/berita-surabaya-manajer-humas-daop-viii-pt-kai_20160405_185934.jpg)