Liputan Khusus Gizi Buruk

Gizi Buruk Makin Banyak Terjadi pada Keluarga Ekonomi Mapan, Ini Penyebabnya

Semuanya berpotensi terkena gizi buruk, jika pola asuh terhadap balita salah.

Gizi Buruk Makin Banyak Terjadi pada Keluarga Ekonomi Mapan, Ini Penyebabnya
antara/m risyal hidayat
Ilustrasi, bayi penderita gizi buruk dirawat di di Ruang Irna Anak RSUD Dr Soetomo, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (12/3/2016). 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Gizi buruk melanda Jawa Timur dan menempatkan provinsi ini di urutan dua setelah Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan balita kurang gizi terbanyak nasional.

Kalangan ekonomi mapan tak luput dari kasus ini, akibat pola asuh anak yang keliru.

Koordinator Nutrisi Puskesmas Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, Heni Pantiyastuti, menjelaskan, keluarga ekonomi mapan tak menjamin bisa lepas dari gizi buruk.

"Semuanya berpotensi terkena gizi buruk, jika pola asuh terhadap balita salah,” katanya kepada Surya, Minggu (3/4/2016).

Kecamatan Jabon, kata Heni, sempat menjadi daerah kantong gizi buruk di Sidoarjo.

Di antara para penderita, ada yang berasal dari keluarga ekonomi mapan.

Ini diduga terjadi karena minimnya perhatian orangtua terhadap anak.

Ia mencontohkan, ada pasien anak usia 12 bulan dari pasangan polisi dan perawat.

Anak itu kondisinya jauh dari normal, karena kurang gizi, dan akhirnya harus mendapat perawatan intensif di Puskesmas Jabon yang memiliki Therapeutic Feeding Center (TFC) atau Pusat Pemulihan Gizi.

“Sekarang anak itu sudah dikembalikan ke orangtuanya, kondisinya sudah berangsur membaik. Nafsu makannya meningkat, dan tidak mudah rewel,” jelasnya.

Dalam kasus itu terungkap, ibu tidak sempat memberikan Air Susu Ibu (ASI) eksklusif kepada anaknya dalam masa emasnya, usia 0 – 6 bulan.

Padahal, ASI eksklusif sangat dibutuhkan anak untuk tumbuh kembangnya.

“Ibu si bayi mengatakan, pekerjaanlah yang membuatnya tidak sempat memberikan ASI eksklusif. Ia memberi bayinya susu formula. Kandungan susu formula tidak sama dengan ASI,” jelasnya. (Galih Lintartika/Samsul Hadi)

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA


Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved