Selasa, 21 April 2026

Berita Tuban

Heboh, di Desa Ini Selama 45 Hari Ada 61 Warga Meninggal Dunia, Warga Kewalahan Tahlilan

“Sabtu kemarin dalam sehari ada tiga warga meninggal dunia. Sejak banyak yang meninggal, Pak Mudin (pendoa) kebingungan, mana dulu yang dihadiri,” jel

Penulis: Iksan Fauzi | Editor: Yoni
surya/Iksan Fauzi
Pemakaman- Warga Desa Karanglo memakamkan seorang warga yang meninggal karena usia tua, Jumat (1/4/2016). 

SURYA.co.id | TUBAN - Jumlah kematian penduduk tak lazim terjadi di Desa Karanglo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Di desa itu, selama rentang waktu sekitar 45 hari ada 61 penduduk meninggal dunia karena sakit, kecelakaan, dan usia tua. Dari keseluruhan yang meninggal dunia rata-rata usianya 40 tahun.

Jumlah kematian yang tinggi itu baru pertama kali terjadi dalam satu desa di Kabupaten Tuban.

Rata-rata dalam rentang waktu yang sama, jumlah kematian di satu desa berkisar antara satu hingga lima orang.

Kepala Desa Karanglo, Sunandar menyebutkan, tingginya angka kematian terjadi sejak pertengahan bulan Februari hingga 1 April 2016. Dari data kematian tersebut, penyebab terbesar adalah karena sakit, yakni sebesar 80 persen, sedangkan 20 persen karena kecelakaan dan usia tua.

“Dari delapan puluh persen karena sakit itu, enam puluh persennya kena penyakit paru-paru dan dua puluh persen kena stroke,” papar Sunandar saat ditemui di kantor Desa Kranglo, Jumat (1/4/2016).

Menurut Sunandar, ketidaklaziman itu juga terjadi pada hari Sabtu (26/3/2016).

Pada hari itu, ada tiga orang meninggal dunia sekaligus dengan penyebab berbeda. Pagi hari ada dua orang meninggal dan siang hari ada satu orang meninggal.

“Sabtu kemarin dalam sehari ada tiga warga meninggal dunia. Sejak banyak yang meninggal, Pak Mudin (pendoa) kebingungan, mana dulu yang dihadiri,” jelasnya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Berdasarkan peta demografi Desa Karanglo, jumlah keluarga di desa itu ada 1.459 keluarga, jumlah penduduk 5.604 dengan jumlah orang laki-laki 2.892 orang dan perempuan 2.712 orang. Mayoritas pekerjaan penduduk Desa Karanglo sebagai petani.

Tingginya angka kematian itu sempat membuat seorang warga Desa Karanglo, Gofur mengaku kewalahan mengikuti acara tahlilan (acara doa untuk orang meninggal). Menurutnya, tetangganya yang meninggal jumlahnya banyak dan lokasi acara tahlil berdekatan.

“Saya sampai kewalahan. Sejak banyak warga yang meninggal, saya ikut tahlil usai isya’ sampai malam, sekitar pukul dua puluh satu. Berganti dari rumah ke rumah,” ujarnya.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved