Berita Gresik

7 dari 9 Gudang di Driyorejo, Gresik Ternyata Tak Kantongi Izin

#GRESIK – Deretan gudang di kawasan Driyorejo, Gresik ternyata tidak semua legal.

7 dari 9 Gudang di Driyorejo, Gresik Ternyata Tak Kantongi Izin
Surya/sugiyono
ILUSTRASI - Proyek di Desa Cangkir, Kecamatan Driyorejo yang menempati sempadan Kali Surabaya. 

SURYA.co.id | GRESIK – Deretan gudang di kawasan Driyorejo, Gresik ternyata tidak semua legal.

Dari hasil sidak (inspeksi mendadak) anggota Komisi C DPRD Gresik, ditemukan sejumlah gudang bodong alias tak berizin yang beroperasi di sana.

Data di Badan Penanaman Modal dan Perizinan (BPMP) Kabupaten Gresik menyebut, ada sembilan gudang yang berdiri di sepanjang jalan Karangandong-Legundi, Kecamatan Driyorejo. Dari jumlah itu, ternyata hanya dua yang berizin.

“Setelah kami Sidak, ternyata ada tujuh gudang yang belum memiliki IMB di sepanjang Jalan Karangandong-Legundi tersebut,” kata Ketua Komisi C DPRD Gresik Moh Syafi' AM, Kamis (31/3/2016).

Dengan temuan itu, kinerja BPMP Kabupaten Gresik pun kembali jadi sorotan dewan. Banyaknya gudang bodong itu menjadi bukti lemahnya pengawasan yang dilakukan BPMP. Dan yang tak kalah penting, kondisi inilah yang menyebabkan retribusi IMB menguap.

Sebagaimana ketentuan yang ada, seluruh pergudangan seharusnya mengajukan Izin Pemanfaatan Ruang (IPR) sebelum beroperasi.

“Dari data IPR tersebut, seharusnya diawasi perkembangannya. Jangan sampai dibiarkan membangun dulu sebelum perizinannya lengkap,” tandasnya.

Karena banyak gudang beroperasi tanpa izin, masih kata Syafi’, retribusi dari sektor ini tidak mampu memenuhi target yang ditetapkan. Tahun lalum dari target Rp 175 miliar, BPMP hanya berhasil mendapatkan Rp 87 miliar saja.

Melihat kondisi ini, pihak dewan mengaku akan menggelar rapat dengar pendapat dengan SKPD. Khususnya, untuk membahas temuan pergudangan ilegal tersebut.

Penulis: M Taufik
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved