Breaking News:

Video

VIDEO - Sudahkah Anda Memiliki Ummaland? Sosial Media Semacam Facebook Khusus Umat Islam

Suatu hari Maruf Yusupov akan dikenal sebagai pendiri situs jejaring sosial Ummaland yang dibuat khusus untuk umat Islam di seluruh dunia.

SURYA.co.id| KUALALUMPUR - Jika Mark Zuckerberg dikaitkan dengan keberadaan Facebook (FB), bukan tidak mungkin bahwa suatu hari Maruf Yusupov juga akan dikenal sebagai pendiri situs jejaring sosial Ummaland yang dibuat khusus untuk umat Islam di seluruh dunia.

Proyek pembuatan situs jejaring sosial Ummaland dimulai pada 2013. Maruf dibantu dua orang teman, Jamoliddin Daliev dan Mehmudjan Memethaji ingin membangun sebuah situs jejaring sosial bagi umat Islam yang dapat menghubungan satu sama lain. Dan mereka kini bermarkas di Navitas Science Park, Aarhus, Denmark.

Berbeda dengan FB yang memiliki kantor yang luas dan memiliki banyak staf, Ummaland hanya dioperasikan Maruf sebagai Chief Executive Officer, General Manager Marketing dan Desain, sedangkan Jamoliddin di bagian Pengembangan Produk dan Software , Mehmudjan di bagian Arsitektur dan Software System dan kini dibantu oleh Kemal Pajevic berasal dari Bosnia yang berperan dalam pembangunan sistem operasi ponsel pintar.

Hingga saat ini, pemilik akun Ummaland berjumlah sekitar 350.000 orang di seluruh dunia dengan mayoritas berasal dari Malaysia.

Maruf (33) yang berasal dari Uzbekistan, mengatakan ia pindah ke Denmark pada usia 20 untuk belajar di sebuah perguruan tinggi teknis di bidang multimedia.

"Hidup saya berubah ketika ada insiden di World Trade Center (WTC), New York pada 2001. Mereka menyerang Islam dan kekerasan terkait dengan agama, sementara kami menganjurkan perdamaian, harmoni dan toleransi," terangnya.

"Melihat dan menghadapi persepsi negatif tentang Islam membuka hati saya untuk mendekatkan diri kepada Al-Quran, Hadis dan mempelajari ajaran Nabi Muhammad. Bermula dari sana, saya merasa ingin memberikan sesuatu untuk agama meskipun mungkin itu hanya sangat kecil," katanya dilansir dari situs berita online Malaysia, hmetro.com.my pada Kamis (31/3/2016)

Dia yang didampingi Kemal mengatakan, semua umat Islam di seluruh dunia dapat berbagi nilai yang sama, sehingga mereka dapat membangun konsolidasi platform dan mempromosikan toleransi serta persaudaraan seagama.

"Ini melelahkan karena kami hanya berempat untuk menangani situs jejaring sosial yang menghubungkan seluruh dunia. Sehingga yang harus bekerja hingga belasan jam dalam sehari. Tapi ini sebanding, karena ini merupakan kontribusi kami meski hanya sedikit untuk Islam," katanya.

Menurut dia, untuk membantu menghasilkan sumber daya investasi, terutama mengembangkan sistem aplikasi Ummaland di smartphone, mereka membangun sebuah platform iklan yang disebut Halal.ad, pada bulan April 2015 dan mereka sudah meluncurkan versi Beta pada Oktober 2015, lalu.

"Halal.ad bertujuan untuk mengeksplorasi pasar baru bagi Muslim dan non-Muslim, terutama di Malaysia, Asia Tenggara dan Asia Pasifik dengan memperkenalkan integritas iklan platform yang, keahlian handal, dukungan teknis dan kemampuan untuk menggunakan teknologi informasi terbaru," terangnya.

"Sampai sekarang Halal.ad sudah terhubung hampir 30 juta iklan di pasar halal global dengan lebih dari 500 blog dan website yang terdaftar sebagai penerbit," ucapnya.

"Situs ini dikembangkan secara eksklusif oleh umat Islam untuk memenuhi kebutuhan pengusaha, pengusaha teknologi, individu, korporasi, industri kecil dan menengah (IKM), blogger dan penerbit situs industri halal global yang relevan," katanya.

(sumber :hmetro.com.my)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved