Breaking News:

Bola Voli

Gagal Raup Poin Penuh, Tim Bola Voli Surabaya Samator Target Kemenangan di Jakarta

#SURABAYA - Meski berhasil menuai kemenangan atas Palembang Bank Sumsel, tim bola voli Surabaya Samator tetap merasa tak puas

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Yuli
voliindonesia
Tim Surabaya Samator berhasil menjadi juara putaran pertama dan berhak mendapat hadiah Rp 15 juta. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Meski berhasil menuai kemenangan atas Palembang Bank Sumsel, tim bola voli Surabaya Samator tetap merasa tak puas dengan hasil yang diperoleh.

Satu di antara penyebabnya, mereka gagal mencapai target yang telah dicanangkan oleh sang pelatih, yakni memperoleh poin penuh (tiga poin). Untuk itu, mereka pun membidik pertandingan selanjutnya untuk membayar kegagalan ini.

Hal ini diutarakan oleh pelatih Surabaya Samator, Ibarsyah Djanu Tjahyono.

Ia menargetkan poin penuh demi memuluskan jalan mereka lolos ke fase berikutnya.

"Kami sebenarnya menargetkan tiga poin, bukan sekadar kemenangan saja. Hal ini perlu bagi tim kami untuk menjaga peluang lolos ke fase berikutnya. Namun, kita kan juga harus menerima hasil yang ada di lapangan," ujar coach Ibarsyah kepada SURYA.co.id, Senin (28/3/2016).

Sebagaimana diketahui, pada partai pertama putaran kedua Proliga 2016, Surabaya Samator gagal mengamankan poin penuh.

Sebab, pada partai yang berlangsung di GOR Sritex Arena Solo itu, anak-anak Surabaya Samator menang atas Palembang Bank Sumsel setelah bermain lima set.

Sesuai regulasi, poin yang di dapat oleh tim pemenang usai bermain lima set hanyalah dua poin. Sedangkan bagi tim yang kalah masih berhak mendapatkan satu poin.

Ini berbeda jika mereka menang tiga set langsung atau minimal hanya kalah satu kali. Tim pemenang berhak mendapatkan tiga poin penuh.

Lebih lanjut, Ibarsyah menjelaskan jika masih banyak beberapa kelemahan yang dialami timnya di pertandingan Jumat (25/3/2016). Di antaranya, kelemahan timnya dalam hal mengantisipasi bola pertama lawan.

"Pertandingan kemarin menghasilkan beberapa evaluasi di tim kami. Dengan hasil yang tak sesuai dengan target, tentu merupakan sebuah kejutan bagi kami. Ada beberapa pembenahan di dalam tim untuk laga berikutnya," lanjut Ibarsyah.

"Secara teknik, mungkin akan ada fokus pembenahan. Misalnya, servis dan blocking. Selain itu, ada pula beberapa hal terkait di luar teknis, misalnya fisik maupun mental dalam bermain," ungkap Ibarsyah.

Diakuinya, pada pertandingan selanjutnya, timnya bakal menghadapi lawan yang sulit. Mereka adalah Jakarta Elektrik PLN, dan Jakarta BNI 46, dua tim yang syarat dengan banyak pemain berpengalaman.

Apalagi, mereka juga akan bermain di depan publiknya sendiri pada pertandingan nanti.

Untuk itu, Ibarsyah pun mengungkapkan kewaspadaan timnya untuk pertandingan di Jakarta tersebut. "Kami akan mematangkan mental. Caranya dengan memperkuat fisik maupun stamina. Dengan fisik dan stamina yang kuat, kami rasa tim akan mampu meladeni performa lawan, sekalipun berada di kandang lawan atau bahkan bermain lima set lagi," ungkap Ibarsyah optimistis.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved