Kamis, 16 April 2026

Rolling Stones Konser Gratis di Negeri Sosialis, Dulu Dengar Rekamannya Saja Dilarang

Pada puncak revolusi Kuba, periode 1960-1980-an, band-band asing seperti The Rolling Stones dianggap subversif dan lagu lagunya dilarang dimainkan di

Penulis: Adi Sasono | Editor: Yuli
SURYA.co.id | HAVANA - Band rock 'n roll gaek, The Rolling Stones akhirnya menjejakkan kakinya di Kuba, Kamis (24/3/2016).

Kedatangan Mick Jagger, Keith Richards, Charlie Watts dan Ronnie Wood ini menandai sejarah musik di Negeri Cerutu itu setelah musik barat dilarang sejak 1961.

Seperti dikutip dari ABC News, Jagger memberikan sambutan singkat dalam bahasa Spanyol dan mengatakan dirinya sangat senang berada di pulau itu.

Konser akhirnya digelar Jumat (26/3/2016) malam setelah tertunda akibat kunjungan Presiden AS Barrack Obama ke negara komunis itu. 

Konser gratis itu digelar di Ciudad Deportivo, Havana, dan diperkirakan akan ditonton tidak kurang dari 1 juta orang.

Dalam kunjungan itu, Obama mendeklarasikan berakhirnya Perang Dingin di antara bangsa Amerika. 

Ketika dipimpin Fidel Castro, Kuba menjadi pengkritik utama Amerika Serikat, meski negara-negara lain di benua itu relatif berteman.

Jagger dan kawan-kawan mendarat di Bandara Jose Marti dengan pesawat jet pribadi. Termasuk dalam rombongan itu,  60 teknisi dan keluar The Stones.

"Kami sudah tampil di banyak tempat istimewa selama karier panjang kami, tetapi show di Havana ini akan menjadi batu penjuru bagi kami, kami harap, demikian juga bagi teman-teman kami di Kuba," demikian pernyataan Thes Stones yang diliris sebelum kedatangan mereka.

Di masa puncak revolusi Kuba, periode 1960-1980-an, band-band asing seperti The Rolling Stones dianggap subversif dan lagu lagunya dilarang dimainkan di radio.

Namun warga Kuba tetap saja bisa mendengarkan lagu lagu The Stones secara diam diam, melalui saling tukar rekaman.

Konser The Stones di Kuba ini digelar dalam rangkaian tur Amerika Selatan, seperti di Brazil, Uruguay, Chile, Argentina dan Meksiko.
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved