Apa Jadinya Jika Anak Orang Arab dan Jepang Saling Tertukar? Ini Cerita Kemal Pahlevi

#SURABAYA - Film ini berkisah tentang anak orang Jepang diambil orang Arab, dan anak orang Arab diambil orang Jepang.

monica felicitas
Acara meet and greet film Abdullah dan Takeshi di atrium Marvell City, Surabaya, Rabu (23/3/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ananda Rizki (15), Heidar (14) dan Bima (15)terlihat duduk di barisan kursi acara 'meet and greet' film Abdullah dan Takeshi di atrium Marvell City, Surabaya, Rabu (23/3/2016) pukul 15.00 WIB.

Kendati acara masih dimulai 3 jam lagi, 3 sahabat yang bersekolah di SMP Muhammadiyah kelas 9 ini mengaku rela naik angkot dari rumahnya di Jl Kalibokor ke Marvell City.

Mereka ingin bertemu idolanya, Kemal Pahlevi, yang juga sutradara sekaligus pemain dalam film pertama buatannya ini.

"Sudah ngefans mulai SD. Kami tahu ada junpa fans dari Instagram Kemal, mau ikut nonton bareng juga," sahut Rizki yang mengaku mengagumi Kemal Pahlevi karena ia merupakan Youtubers.

Saat ditemui sambil menunggu meet and greet, Kemal yang berperan sebagai Takeshi, menceritakan jalan cerita film Abdullah dan Takeshi.

"Di sini saya berperan sebagai Takeshi, orang Arab yang dibesarkan keluarga Jepang. Film ini menceritakan anak yang tertukar, yang lahirnya di rumah sakit yang sama. Saat itu ada bencana, orangtuanya salah ngambil anak, anak orang Jepang diambil orang Arab, dan anak orang Arab diambil orang Jepang," sahutnya.

Ia mengatakan, film ini berproses selama 20 hari. Dengan berlatar belakang tempat di Jepang dan Indonesia.

Kemal lantas menceritakan kisah behind the scenes film pertamanya menjadi sutradara dan shooting di luar negeri.

"Susahnya bikin perizinan ribet, ngurus di lokasi juga agak ribet, tapi justru ini yang buat ke depan bikin film di luar lagi," sahutnya.

Ia merasa, film yang juga dibintangi oleh Nasya Marcella, Dion Wiyoko, dan Lolok ini merupakan film komplit, dengan family value yang tinggi.

"Satu keluarga mau nonton pasti ketawa, tapi pulangnya mendapatkan pesan positif. Hiburan keluarga hanya di Abdullah Takeshi, karena banyak pesan moralnya," ujar Kemal yang ternyata sering ke Surabaya karena urusan kerja.

Kemal mengungkapkan, Ide cerita film Abdullah Takeshi ini diperoleh dari keisengan.

"Awalnya lagi ngumpul nonton warkop DKI, kepikiran bikin film apa kalau aku yang main jadi lucu. Nah jadi orang Jepang dari situ kepikiran bikin film," sahutnya.

Jebolan sebuah acara stand up comedy ini berharap filnya bisa diterima semua orang, terutama keluarga Indonesia.

Penulis: Monica Felicitas
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved