Berita Surabaya
Sopir Ambulans Hisap Sabu-sabu di RSUD dr Soetomo, Ini Sikap Pejabat
Ia menambahkan, pihaknya juga segera memperbaiki area parkir ambulans karena selama ini gelap dan terkesan semrawut.
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Yuli
SURYA.co.id | SURABAYA – Penangkapan sopir ambulans saat pesta sabu-sabu di area parkir ambulans RSUD Dr Soetomo, Surabaya, Minggu (20/3/2016), menjadi tamparan keras bagi pejabat rumah sakit plat merah itu.
Kini, pejabat RSUD dr Soetomo berniat memperketat penerimaan sopir ambulans.
Kepala Seksi Pelayanan Khusus sekaligus Kepala Forensik RSUD dr Soetomo, dr Edy Suyanto SpF SH MH, menyatakan, sopir ambulans itu merupakan tenaga dari pihak ketiga yang bekerjasama dengan RSUD DR Soetomo.
“Kami memang selama ini bekerjasama dengan pihak ketiga untuk pengadaan ambulans karena ambulans kami terbatas, dengan kisaran 10 orang yang meninggal dunia setiap harinya, kami butuh tambahan armada,” jelasnya ketika dikonfirmasi SURYA.co.id, Senin (21/3/2016).
Menurutnya, sebelum kejadian ini, sejumlah temuan juga terjadi di ruang pengidap HIV dan ruang pengganti subtitusi narkoba. Namun, setelah diketahui pihak rumah sakit, pengawasan diperketat.
“Nah, itu pindah ke area ambulans sekarang tempatnya,” tuturnya.
Ia berjanji melakukan tes urine dan jika ada sopir positif mengonsumsui narkoba maka akan diberhentikan oleh perusahaan melalui surat rekomendasi dari RSUD dr Soetomo.
“Kami akan terus memberantas pengguna narkoba, salah satunya dengan cara ini,” tegasnya.
Ia menambahkan, pihaknya juga segera memperbaiki area parkir ambulans karena selama ini gelap dan terkesan semrawut.
"Keamanan juga kurang. Jika terjadi kebakaran, mobil PMK juga tidak akan bisa masuk. Nanti mereka (pihak swasta) tidak boleh parkir lagi di area kami, hanya saat dibutuhkan saja datang ke RSUD dr Soetomo,” lanjutnya.
Rumah sakit ini juga sedang berusaha menambah jumlah armada ambulans.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/berita-surabaya-gedung-rsud-dr-soetomo_20160321_204817.jpg)