Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Sidoarjo

Sidak Komisi E DPRD Jatim Temukan Sekolah di Sidoarjo Belum Siapkan Genset untuk UNBK

#Sidoarjo - Sejumlah sekolah di Sidoarjo belum mempersiapkan cara untuk mengatasi lampu padam saat ujian nasional berbasis komputer pada April.

Tayang:
Penulis: Irwan Syairwan | Editor: Adrianus Adhi
SURYA.co.id/Irwan Syairwan
Ketua Komisi E DPRD Jatim, Agung Mulyono (kanan) saat melakukan sidak ke sejumlah sekolah penyelenggara UNBK di Kota Sidoarjo, Senin (21/3/2016). 

SURYA.co.id I SIDOARJO - Sejumlah sekolah di Sidoarjo belum siap mengantisipasi listrik padam saat Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) April mendatang digelar.

Fakta itu terlihat tatkala Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur (Jatim) bersama Komisi E DPRD Jatim melakukan sidak ke sejumlah sekolah penyelenggara UNBK di kota yang berjuluk Kota Delta ini, Senin (21/3/2016).

Ketua Komisi E DPRD Jatim, Agung Mulyono, mengatakan saat sidak di SMAN 1 Sidoarjo dan SMKN 1 Buduran, pihaknya meminta pihak sekolah mensimulasikan listrik padam saat komputer sekolah menyala. "Ternyata belum diantisipasi. Ini harus jadi perhatian serius pihak sekolah," kata Agung kepada awak media.

Agung menuturkan kejadian listrik padam saat gelaran UNBK sangat mungkin terjadi. Pihak sekolah harus menyiapkan setidaknya dua hal, yaitu pengganti listrik PLN serta program server yang kompatibel.

Dijelaskan, server sekolah harus bisa back up data ketika komputer tiba-tiba mati. "Jangan sampai data siswa hilang ketika komputernya mati. Kasihan siswanya kalau harus mengulang, atau yang lebih parah data pribadinya hilang," sambungnya.

Untuk padamnya listrik, pihaknya meminta sekolah menyiapkan daya cadangan berupa genset. Hal ini sangat krusial karena konsentrasi siswa bisa langsung buyar ketika pekerjaannya terhenti di tengah jalan.

Kepala Dindik Jatim, Saiful Rachman, menambahkan Sidoarjo baru kali pertama menggelar UNBK, sebab persiapan dan langkah antisipasi mutlak dilakukan agar saat UNBK berlangsung tak lagi keteteran jika tiba-tiba ada masalah.

"Untuk listrik, kami akan mengirim surat ke PLN agar menjaga daya di lingkungan sekolah yang tengah menggelar UNBK," tandas Saiful.

Saiful mengungkapkan jumlah sekolah yang menggelar UNBK di Jatim meningkat drasti. Dari 138 sekolah pada UNBK 2015, kini menjadi 1.306 sekolah. "Beban semakin berat tetapi sudah kami persiapkan. Kami akan terus sidak ke sekolah-sekolah lain untuk melihat kesiapan sekolah-sekolah tersebut," paparnya.

Kabid Pendidikan Menengah Dindik Sidoarjo, Tirto Adi, menuturkan ada 32 sekolah yanh mengikuti UNBK. Rinciannya, 6 sekolah di tingkat SMA, 21 sekolah di tingkat SMK, dan 5 sekolah untuk SMP.

"Pesertanya, untuk SMA ada 1.589 siswa, SMK sebanyak 7.377 siswa, dan SMP ada 1.356 siswa," tukas Tirto.

Tirto menegaskan Sidoarjo sudah siap dalam pelaksanaan UNBK. Segala komponen peralatan UNBK sudah dipersiapkan.

Terkait antisipasi listrik padam, pihaknya akan menyewa genset besar sebagai cadangan. Pun untuk sekolah yang kekurangan komputer, bisa menggunakan lapto para guru dan siswa sendiri.

"Tapi nanti laptopnya dikarantina dulu. Baik laptop guru dan siswa, akan diinapkan di sekolah sebelum dipakai UNBK,” pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved