Rabu, 20 Mei 2026

Berita Lamongan

Selain Makam, Juga Rekayasa Sumur, Disamakan dengan Air Zam - zam

”Janganlah, sedikit - sedikit dikatakan hasil penerawangan gaib. Kalau itu dalihnya, tentu tidak bisa dikaji secara ilmiah,”ungkap Budiyanto Kepada Su

Tayang:
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Yoni

SURYA.co.id | LAMONGAN – Kasi Intel Kejari Lamongan, Budiyanto meminta warga masyarakat untuk tidak mempercayai air sumur di selatan makam hasil rekayasa di Sukobendu yang disamakan dengan air zam – zam.

“Di dunia ini sumber air zam – zam hanya ada satu. Jadi yang mengatakan sumber air sumur di sebelah makam reyasa itu sama dengan air zam – zam adalah bohong besar,”tegas Kasi Intel, Budiyanto menanggapi semakin menyeruaknya sumur di Sukobendu disamakan
dengan air zam – zam, Senin (21/3/2016).

Ini, tegas Budiyanto, sudah sangat keterlaluan yang sangat berdampak dengan proses pembodohan kepada umat Islam. Karena yang namanya air zam zam, sumbernya di dunia ini hanya ada satu, yakni di Makkah.

Maka, di belahan dunia manapun, kalau ada sumber air sumur disamakan dengan sumber zam – zam jelas tidak benar.

Dikaji secara ilmiah apapun tidak akan pernah bisa menyamakan dengan air zam zam yang semestinya, yakni di Makkah.

Nampaknya, ada modus yang dipakai untuk menyedot pengikut atau pengunjung ke lokasi makam hasil rekayasa itu.

Bahkan ia juga mendengar, sumur pribadi milik warga Kranggan
yang dikenal punya hobby menemukan makam ‘baru’ alias rekayasa itu , juga dihembuskan tembus sampai ke sumur Sunan Ampel.

Pola – pola yang dimunculkan itu sejatinya hanya untuk mencari pengikut sebanyak – banyaknya.

Kalau ada anggapan semacam itu, wajib dilakukan kajian mendalam yang
melibatkan berbagai kalangan dan disiplin ilmu.

”Janganlah, sedikit - sedikit dikatakan hasil penerawangan gaib. Kalau itu dalihnya, tentu tidak bisa dikaji secara ilmiah,”ungkap Budiyanto Kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Di lokasi makam hasil rekayasa menunjukkan, telah disediakn 3 gentong air yang selalu diisi dari sumber air sumur di dalam musala lokasi makam. Jamaah – yang percaya dengan propaganda itu rutin mengambil air dari dalam gentong yang dipercayai sama dengan air
zam – zam.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved