Breaking News:

Liputan Khusus SMA dan SMK Gratis

Sekolah Gratis, Warga Ramai-ramai Pindah Kependudukan, Ini Antisipasi Pemkot Blitar

Bagi warga yang masa kependudukannya belum lima tahun tidak akan mendapatkan fasilitas sekolah gratis di Kota Blitar.

Penulis: Samsul Hadi | Editor: Titis Jati Permata
surya/samsul hadi
Gedung SMAN 4 Kota Blitar yang megah berdiri. 

SURYA.co.id | BLITAR - Poster berukuran lumayan besar bertuliskan "Kami Mendukung Pak Wali" terpampang di pintu masuk SMAN 4 Kota Blitar.

Guru dan siswa kompak mendukung Wali Kota Blitar, Samanhudi Anwar, menggugat UU No 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah ke Mahkamah Konstitusi (MK).

SMAN 4 adalah sekolah baru di Kota Blitar. Lembaga yang dikenal sebagai SMA Samanhudi itu mulai buka pada 2011.

Awalnya, sekolah itu menumpang di bangunan SD yang sudah tutup.

Di awal-awal buka, hanya ada enam kelas. Tetapi, dalam waktu lima tahun, perkembangan sekolah itu cukup pesat.

Pada 2012, Pemkot Blitar mulai membangun gedung baru di SMAN 4.

Pembangunan dilakukan secara bertahap dari tahun ke tahun. Sumber dana murni dari APBD Kota Blitar.

Sampai sekarang, alokasi anggaran yang diserap mencapai Rp 100 miliar.

Kini, sekolah itu jadi megah.Berlantai 3, bangunan itu berisi 30 ruang kelas, 10 di masing-masing lantai.

Itu belum termasuk ruang guru, kepala sekolah, laboratorium, perpustakaan, gudang, dan aula berkapasitas 400 orang. Ada pula lapangan basket dan halaman luas.

"Jumlah siswa juga terus meningkat. Sekarang total ada 1.061 siswa, mulai kelas 10 sampai 12. Jumlah guru 70 orang, yang PNS 40 orang dan guru tidak tetap 30 orang. SMA 4 terkenal dengan sebutan SMA Samanhudi," kata Kepala SMA 4 Kota Blitar, M Ahadiyanto.

Menurutnya, selama ini para siswa dan guru sudah nyaman dengan program sekolah gratis. Siswa tidak pernah bingung memikirkan biaya sekolah.

Ia khawatir, kalau pengelolaan SMA jadi dipegang provinsi, siswa tidak bisa lagi menikmati sekolah gratis.

Bisa saja siswa disuruh membayar uang gedung ketika pertama masuk.

Tiap tahun, dana bantuan dari Pemkot Blitar untuk mendukung sekolah gratis di SMAN 4 mencapai Rp 1,7 miliar.

Belum lagi, ketika perubahan anggaran keuangan (PAK), sekolah itu masih mendapat dana tambahan.

Anggaran itu untuk mencukupi semua kebutuhan siswa. Mulai seragam, alat tulis, tas, buku, sepatu, kaus kaki, ikat pinggang, dan SPP.

"Sekolah gratis hanya untuk siswa asli Kota Blitar. Di sini juga ada siswa dari luar daerah. Angkanya tidak lebih 20 persen. Siswa luar daerah tetap bayar. Uang dari siswa luar kota itu kami gunakan untuk membayar honor guru tidak tetap," katanya.

Seorang siswi, Verren Elyviana (17) mengatakan, sudah nyaman dengan sistem sekolah gratis di Kota Blitar.

Siswi IPS 2 itu mengaku semua kebutuhan sekolah sudah dicukupi pemerintah.

"Semua gratis. Saya juga diberi tablet untuk menunjang proses belajar," kata mantan ketua OSIS itu.

Sekolah gratis di Kota Blitar memang membuat iri warga yang tinggal di daerah lain.

Makanya, banyak warga luar daerah yang pindah kependudukan ke Kota Blitar.

Pada 2015, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Blitar mencata ada 14.000 jiwa yang pindah domisili ke Kota Blitar. Rata-rata usia warga yang pindah masih usia sekolah.

Untuk mengantisipasi manipulasi kependudukan, pemkot mengeluarkan kebijakan baru.

Bagi warga yang masa kependudukannya belum lima tahun tidak akan mendapatkan fasilitas sekolah gratis di Kota Blitar.

“Sekolah gratis memang khusus bagi warga Kota Blitar. Kalau ada warga dari luar kota yang sekolah di sini, tetap harus bayar,” kata Ketua Komisi I DPRD Kota Blitar, Henry Pradipta Anwar.

Ia mengungkapkan, sekarang pihak legislatif dan eksekutif sedang merancang formula untuk mengantisipasi pemberlakukan UU No 23 Tahun 2014.

Mereka mencari cara agar tetap bisa membantu sekolah gratis, meski pengelolaan SMA dan SMK dilakukan pemprov.

“Kami berharap MK memenangkan gugatan wali kota. Tapi, kalau aturan itu tetap dijalankan, berarti harus ada cara agar pemkot tetap bisa membantu sekolah gratis,” ujarnya.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved