Berita Gresik

Rencana Ojek dari Terminal Bus Pantai Lumpur Dibatalkan, Ini Kompensasinya

#GRESIK - Di terminal bus pariwisata ada 45 kios yang terdiri dari 12 kios terbuka dan 33 kios tertutup.

Rencana Ojek dari Terminal Bus Pantai Lumpur Dibatalkan, Ini Kompensasinya
sugiyono
TIKET – Seorang sopir angkutan Elf menunjukkan bukti tiket penumpang yang akan berkunjung ke makam Syeh Maulana Malik Ibrahim, Gresik, Rabu (16/3/2016). 

SURYA.co.id I GRESIK – Warga sekitar terminal bus pariwisata religi Pantai Lumpur, Gresik, setuju tidak ada ojek untuk melayani wisatawan yang berkunjung ke makam Syeh Maulana Malik Ibrahim.

“Pemkab Gresik tetap tidak mengizinkan adanya ojek di Terminal Lumpur. Sebagai gantinya pemerintah memberikan jasa pengelolaan ponten, keamanan, kebersihan dan retribusi parkir untuk dikelola teman-teman ojek,” kata Firdaus, perwakilan pemuda yang mengawal keberadaan ojek, Rabu (16/3/2016).

Firdaus menegaskan bahwa kebijakan itu diambil saat rapat bersama berbagai unsur.

Yakni, mulai dari Bupati Sambari Halim Radianto, Wakil Bupati Moch Qosim, Plt Sekda Bambang Isdianto, Kepala Dishub Andhy Hendra Wijaya, Kadisbudparpora Iswadi Aprilianto, perwakilan Polres Gresik, Camat Gresik, Kabid Lalu lintas, Satpol PP, Pengurus Koperasi Nelayan Al Farisi sampai anggota paguyuban ojek.

“Kami setuju tidak ada ojek. Tapi jika yang empat poin ada yang dilanggar pemerintah, teman-teman ojek kembali ke tuntutan awal,” katanya.

Di terminal bus pariwisata ada 45 kios yang terdiri dari 12 kios terbuka dan 33 kios tertutup.

Di terminal tersebut juga ada ponten untuk keperluan wisatawan yang akan berkunjung ke makam Syeh Maulana Malik Ibrahim, Jl Pahlawan.

Selama ini, bus pariwisata di tempatkan lahan parkir di Jl Pahlawan, seringkali bus terlalu banyak sehingga mengakibatkan kemacetan.

Setelah dibuatkan terminal baru di Pantai Lumpur, Pemkab Gresik menggandeng Damri untuk melayani wisatawan dan mengajak warga Lumpur untuk membuat layanan angkutan umum bagi wisatawan.

“Janjinya pekan ini diresmikan, kami menunggu saja. Sebab sudah dua bulan pengurus koperasi harus menutupi biaya angsurun dari 10 Elf yang sudah didatangkan sejak Januari 2016,” kata Nanang Bahrudin, Kepala Koperasi Nelayan Al Farisi.

Penulis: Sugiyono
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved