Berita Pamekasan Madura

Pengembangan Objek Wisata Api Abadi di Pamekasan Madura Terkendala Lahan, Ini Penjelasannya

Objek wisata berjarak sekitar 1 km dari jalan raya itu kondisi akses jalan masuk memprihatinkan. Banyak aspal mengelupas.

Pengembangan Objek Wisata Api Abadi di Pamekasan Madura Terkendala Lahan, Ini Penjelasannya
surya/muksin
KURANG TERAWAT – Kondisi Api Abadi, di Pamekasan terlihat kurang terawat. 

SURYA.co.id | PAMEKASAN, MADURA – Pemkab Pamekasan berupaya mengembangkan wisata Api Tak Kunjung Padam dengan membuat masterplan (dokumen perencanaan).

Namun walau masterplan sudah rampung, ternyata langkah konkret pemkab untuk mengembangkan wisata terletak di Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, Madura itu belum ada tanda-tanda dilakukan.

Pantauan di lapangan, kondisi api alam tersebut tetap dibiarkan seperti semula, tidak digarap.

Obyek wisata berjarak sekitar 1 km dari jalan raya, kondisi akses jalan masuk berupa jalan aspal kini memprihatinkan. Banyak aspal mengelupas dan berlubang.

Begitu juga lokasi Api Abadi, di sekitarnya masih kotor dan terdapat lapak kosong milik pedagang cukup mengganggu pemandangan, sehingga terkesan kumuh. Ini tentu merusak keindahannya.

Ketua Komisi VI DPRD Pamekasan Apik, Rabu (16/3/2016) mengatakan, pihaknya meminta pemkab segera melakukan pengembangan dengan nyata terhadap Api Abadi, bukan hanya mampu menyelesaikan masterplan saja, tapi tanpa tindak lanjut apa-apa.

Menurut Apik, untuk membuat masterplan, biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 185 juta. Namun masterplan itu tidak ada artinya, manakala tidak dilanjutkan dengan gerakan nyata, sehingga pembuaan masterplan hanya terkesan menghambur-hamburkan uang saja.

“Kami sudah mendesak dan minta penjelasan kepada Dinas Pemuda Olah Raga dan Kebudayaan (Disporabud) Pamekasan, menyangkut kelanjutan wisata Api Abadi. Eh, ternyata jawabnya, untuk melangkah mengalami kendala lahan di lokasi itu. Jika memang ini kendalanya, kenapa tidak dituntaskan lebih dulu, sebelum membuat masterplan,” papar Apik.

Diuraikan, menyangkut luas lahan antara masterplan dengan kesepakatan dengan pemilik lahan tidak sama.

Dalam masterplan lahan yang digunakan untuk pengembangan wisata itu cakupannya luas. Sementara kesepakatan dengan pemilik, hanya terbatas pada lahan areal Api Abadi.

Kepala Bappeda Pamekasan, Zainal Arifin, menjelaskan, untuk teknis pengembangan wisata Api Abadi itu merupakan tanggung jawab dinas teknis. Sementara pihaknya hanya sebatas membuat masterplan.

Dikatakan, setelah pembuatan masterplan itu dinyatakan selesai, langsung dikirim ke Disporabud untuk ditindaklanjuti.

“Sekarang ini, wisata Api Abadi masih dikelola perorangan. Sedang dalam masterplan, dikelola sepenuhnya oleh pemkab,” kata Zainal Arifin.

Penulis: Muchsin
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved