Berita Madiun

Mereka ini Disebut Terima Uang Proyek Embung Pilangbangao Rp 18 Miliar, Ini Pengakuan Terdakwa

Kejari dalam waktu dekat, ucap Farid, akan melakukan pemeriksaan terhadap terdakwa karena telah menyebut sejumlah pejabat negara.

Mereka ini  Disebut Terima Uang Proyek Embung Pilangbangao Rp 18 Miliar, Ini Pengakuan Terdakwa
surya/sudarmawan
foto ilustrasi embung 

SURYA.co.id | MADIUN - Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Madiun Paris Pasaribu membantah semua nyanyian Agus Subiyanto terkait pembangunan Embung Pilangbangao, Kota Madiun senilai Rp 18 miliar dalam persidangan Pengadilan Tipikor Surabaya, Senin (7/3/2016).

"Saya diperintah Bapak Kajari menyampaikan tanggapan atas penyataan terdakwa dalam dakwaannya di persidangan itu,"kata Kepala Intelijen Kejari Madiun Farid, senin ( 14/3/2016).

Farid menyatakan semua diucapkan terdakwa Agus Subiyanto, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun dalam persidangan itu tidak benar, baik kepada Kajari lama maupun yang saat ini menjabat, menerima uang dari pelaksana pembangunan Embung Pilangbangao.

"Semua yang dikatakan terdakwa dalam persidangan, Kajari menerima uang sampai ratusan juta hingga ratusan ribu dolar AS. Begitu juga dikatakan ada pertemuan di hotel berbintang di Surabaya, semua tidak ada dan tidak benar,"kata Kasi Intel Farid.

Kejari dalam waktu dekat, ucap Farid, akan melakukan pemeriksaan terhadap terdakwa karena telah menyebut sejumlah pejabat negara, seperti mantan Kajari Madiun Suluh Dumadi, Kajari Madiun saat ini Paris Pasaribu, dan Kasi Pidsus Madiun Kusuma jaya Bolo.

"Kami akam minta keterangan dulu, selebihnya belum bisa dikatakan sekarang ini. Soal tindakan lain, mohon ditunggu,"kata Kasi Intel Kejaksaan Madiun ini.

Diberitakan media Surabaya, Agus Subiyanto terdakwa korupsi pembangunan Embung Senilai Rp 18 miliar mengaku sejumlah pejabat di Madiun di antaranya mantan Kajari Suluh Dumadi, Kajari sekarang Paris Pasaribu, Kasi Pidsus Kejari Madiun Kusuma Jaya Bulo dan Walikota Madiun Bambang Irianto, menerima uang ratusan juta hingga miliaran rupiah dari Andik Sulaksono pelaksana pembangunan Embung Pilangbangao.

Dalam persidangan tipikor dengan agenda pembelaan terdakwa, Agus Subiyanto, secara rinci mengungkap siapa saja menerima aliran dana dari Andi Sulaksono selaku pelaksana proyek melalui Dhata Wijaya selaku pemeran utama.

Agus Subiyanto bahkan menyebut ada kesepakatan pemberian uang untuk Paris Pasaribu Rp 500 juta, Kasi Pidsus Kusuma Jaya Bulo bagian Rp 350 juta, dan untuk perbaikan rumah dinas Kejaksaan di Jalan Abdul Rahman Saleh Rp 150 juta.

Sesuai keterangan Andik Sulaksono sebelumnya, sudah pernah memberikan uang kepada Kejaksaan Madiun untuk biaya operasional sebesar Rp 250 juta.

Saat itu Walikota Madiun menolak diberi uang dengan nilai rupiah sebesar Rp 1 miliar, Walikota minta menginginkan uang yang diberikan itu berupa dolar AS.

Terdakwa Agus Subiyanto, selain menjabat Kepala BPBD Kota Madiun juga pengguna anggaran dan Kuasa Pengguna Anggaran (PA/KPA) di pelaksanaan pembangunan Embung Pilangbangao, di Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun.

Akibat dari dugaan penyimpangan itu tim Kejari Madiun melakukan penyelidikan dan menetapkan dua tersangka, Agus Subiyanto, selaku Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun, sekaligus Pengguna Anggaran dan Kuasa Pengguna Anggaran (PA/KPA) dan Maryani selaku konsultan perencana dari PT Peta Konas.

Keduanya kini menjalani proses hukum di Pengadilan Tipikor Surabaya, Kedua terdakwa dijerat dengan pasal berlapis yakni pasal 2 ayat (1) dan pasal 3 jo pasal 18 UU Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam persidangan, JPU dari Kejari Madiun menuntutnya dengan pidana penjara selama 7 tahun denda 200 juta subsidair 3 bulan kurungan. Terdakwa juga dituntut mengembalikan kerugian negara Rp 4,1 milliar, subsidair 3,6 tahun penjara.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved