Berita Surabaya
Topeng Muludan, Kerajinan Khas Surabaya yang Semakin Sulit Dicari di Kota Asalnya
Dalam kursus singkat ini, ia mengajari cara menyobek kertas, menempel, mengecat, hingga memberikan aksen rambut pada topeng yang dibuatnya.
Penulis: Monica Felicitas | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id | SURABAYA – Jumlah pengrajin topeng muludan di Kota Surabaya kini semakin menipis dan nyaris tak ada generasi muda yang meneruskannya.
Salah satu pengrajin yang masih bertahan, Karmin (66), masih tetap menggeluti pembuatan kerajinan tangan ini.
Topeng muludan adalah sebuah topeng yang terbuat dari kertas, buku dan koran bekas yang didaur ulang.
Berbentuk kepala manusia, cara pembuatannya berasal dari bahan-bahan tersebut dan ditempel di sebuah cetakan yang terbuat dari semen.
Dituturkan Karmin, 10 tahun yang lalu, topeng muludan masih ada di kawasan Genteng, Pandegiling, Pucang Anom dan Wonokromo.
"Dulu ada pasar muludan, sekarang nggak ada, pada tahunya mall," jelas Karmin ditemui SURYA.co.id di Balai Pemuda Surabaya, Minggu (13/3/2016).
Ya, Karmin bersama anak dan cucunya berada Balai Pemuda Surabaya selama tiga bulan ke depan untuk memberikan kursus singkat mengenai topeng muludan, setiap hari Minggu dari pukul 09.00 hingga 11.00 WIB
Dalam kursus singkat ini, ia mengajari anak-anak yang berkunjung ke Balai Pemuda cara menyobek kertas, menempel, mengecat, hingga memberikan aksen rambut pada topeng yang dibuatnya.
Agar terlihat seperti betulan, rambut pada topeng itu dibuat dari bahan asahilon, yang dibelinya di Songoyudan, Pabean,Surabaya.
Wanita yang bertempat tinggal di Girilaya, Surabaya ini mengaku memulai mengerjakan kerajinan topeng muludan sejak tahun 1973.
Topeng muludan kecil dijualnya Rp 7.000kalau yang besar Rp 10.000.
Hanya dari penjualan topeng muludan inilah, Karmin dapat bertahan hidup.
"Dulu Girilaya seluruh warganya pengrajin topeng, karena tergerus zaman, sekarang sudah hampir punah, atau bahkan sudah ngga ada, sudah punah," katanya disertai tawa kecil.
Karmin berharap, kesenian asli Surabaya agar dipupuk kembali khususnya kepada jiwa muda seperti anak-anak.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/berita-surabaya-topeng-muludan_20160313_145514.jpg)