Berita Ponorogo

Pembuang Bayi di Bukit Tengger Ternyata Sepasang Pelajar SMA Negeri di Ponorogo

#PONOROGO - Bayi berjenis laki laki itu saat ditemukan masih segar, terlihat seperti baru dilahirkan dengan berat 2,4 kilogram.

Pembuang Bayi di Bukit Tengger Ternyata Sepasang Pelajar SMA Negeri di Ponorogo
net
Ilustrasi 

SURYA.co.id | PONOROGO - Tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Ponorogo berhasil mengungkap dan menangkap tiga orang pelaku pembuang bayi di bukit Tengger, Desa Bancangan, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo, Selasa (1/3/2016) lalu.

Polres Ponorogo menangkap AN (17) yang diduga ayah bayi, warga Dusun Namabang, Desa Wringinanom, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo.

Selain itu juga  HPS (17), ibu bayi, warga Desa Jorsan, Kecamatan Mlarak, Ponorogo dan Dika Setyabudi (20), warga Dusun Kedalan Desa Ngrukem, Kecamatan Mlarak, Ponorogo, ikut serta dalam pembuangan bayi itu.

Ketiganya bisa dijerat dengan pasal berlapis, yaitu pasal 305 KUHP junto pasal 77 tentang Perlindungan Anak (UUPA), pasal 49 Undang Undang Nomor 23 tahun 2004 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Ancamannya pidana penjara maksimal selama lima tahun.

Menurut Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Hasran, AN dan HPS, bapak dan ibu bayi malang itu. Sesuai pengakuannya, mereka teman satu kelas di sekolah tingkat atas negeri setempat. Keduanya berpacaran sekitar satu tahun.

"HPS atau ibu dari bayi yang dibuang itu, selama ini tinggal sedirian di rumah karena kedua orangtuanya bekerja di Kalimantan. Apa yang dilakukan HPS tidak ada yang mengawasi," kata Kasat Reskrim AKP Hasran, Minggu (13/3/2016).

Sejoli ini dengan bantuan Dika Setyabudi sepakat membuang bayi berjenis kelamin laki-laki ini di bukit Tengger, Desa Bancangan, Kecamatan Sambit, Ponorogo.

"Karena masih di bawah umur, kami lakukan pemanggilan kepada kedua orangtua mereka. Saat ini, keduanya ditangani unit PPA Polres Ponorogo,” jelas AKP Hasran.

Kasus itu, lanjut AKP Hasran, berhasil diungkap, Jumat (11/3/2016) dan anggota Reskrim menangkap ketiga remaja pembuang bayi itu Sabtu (12/3/2016).

"Karena kedua pelaku masih di bawah umur, Polisi berusaha melakukan koordinasi dengan JPU untuk upaya diversi (pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana), kedua pelaku dititipkan/dikembalikan kepada orangtua masing masing," papar AKP Hasran.

Seperti diberitakan, warga masyarakat di Bukit Tengger, di Desa Bancangan, Kecamatan Sambit, Ponorogo digegerkan dengan tangis bayi dalam hutan setempat.

Setelah dicari, bayi itu tergeletak di petilasan Suryo Ngalam, Bukit Tengger, Selasa (1/3/2016) sekitar pukul 06.00.

Bayi berjenis laki laki itu saat ditemukan masih segar, terlihat seperti baru dilahirkan dengan berat 2,4 kilogram dan panjang 42 centimeter.

Di dekat bayi dibuang itu, Polisi menemukan gunting yang diduga digunakan untuk memotong tali pusar. Setelah dilakukan pemeriksaan di bidan desa setempat, bayi merah itu kemudian dirawat di Puskesmas Kecanatan Sambit, Ponorogo.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved