Bocah Jenius dari Sidoarjo
Djoko Tak Menyangka Dikaruniai Anak Jenius, Diundang Dewan setelah Informasinya Di-share ke Grup
"Bu Sri Untari menanggapi positif soal permasalahan saya. Diundanglah kami ke kantornya," cerita Djoko.
Penulis: Rorry Nurwawati | Editor: Parmin
SURYA.CO.ID | SIDOARJO - Djoko Irianto, ayahanda Pato Sayyaf, tak pernah menyangka akan dikaruniai anak luar biasa dari Tuhan. Pato yang baru berusia delapan tahun mempunyai IQ di atas rata-rata anak seusianya.
Mantan Advokad PT Telkom Indonesia ini sangat bersyukur, saat mengetahui kemampuan anak keduanya yang tidak biasa. Di usianya baru dua tahun, Pato sudah bisa menghafal ayat kursi Alquran, kemudian disusul dengan 22 ayat Surah Al Baqarah.
"Awalnya itu, ibunya mengucapkan Alfatiha sampai tiga kali, tiba-tiba si anak ini bisa melantunkan. Sama ibunya dilanjutkan baca ayat kursi, dan ternyata bisa, kami pun heran," katanya saat ditemui Surya.co.id, Sabtu (12/3/2016).
Tinggal di Perumahan Kepuh Permai, Sidoarjo, Pato menghabiskan masa sekolah di SD Multilingual Anak Sholeh Waru. Kemampuannya yang luar biasa ini membuat Pato harus menerima kenyataan pahit.
Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo, menolak Pato mengikuti ujian nasional. Alasannya usia Pato belum mencukupi dan tidak sesuai dengan standar ketentuan sekolah.
"Saat Dinas Pendidikan menginput data Pato, dan selalu gagal, di sana ketahuan kalau usia anak saya baru delapan tahun," kata pria kelahiran Jogjakarta ini.
Kepada Surya.co.id, Djoko menceritakan awal mula kedatangannya ke DPRD Jawa Timur.
Saat itu Djoko mencurahkan keluh kesahnya kepada teman advokadnya. Nah, ternyata teman advokad Djoko adalah orang partai dari PDIP Jatim.
"Ternyata oleh teman saya, diceritakan kepada teman-temannya melalui grup PDIP. Ternyata, mungkin ini sudah jalannya dari Allah, Bu Sri Untari menanggapi positif soal permasalahan saya. Maka, diundanglah kami ke kantornya," ceritanya.
Undangan ini Djoko berharap perjuangannya mendapatkan tanggapan. Hasilnya Sri Untari, kata Djoko berjanji membantu supaya Pato mendapatkan haknya untuk mengikuti ujian nasional.
"Ibunya bilang akan berkoordinasi dengan anggota PDIP di Sidoarjo, untuk menangani kasus Pato. Semoga ini membuahkan hasil positif untuk Pato, amin," tutupnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/berita-sidoarjo-jatim-bocah-jenius-pato-sayyaf_20160312_212037.jpg)