Berita Mojokerto
Sidak Pasar dan Terminal Mojokerto, Wali Kota Temukan Timbunan Sampah
"Untuk tempat sampah di parkir dan kios masih kurang," terangnya sembari melihat kondisi sampah di pasar itu kepada Surya (TRIBUNnews.com Network), Ju
Penulis: Sudharma Adi | Editor: Yoni
SURYA.co.id | MOJOKERTO - Inspeksi mendadak (sidak) dilakukan Pemkot Mojokerto untuk melihat kondisi kebersihan di dua titik vital, yakni di Pasar Tanjung Anyar dan Terminal Kertajaya.
Dari sidak itu, tumpukan sampah masih terlihat di Pasar Tanjung Anyar.
Sidak itu dilakukan beberapa kepala dinas dan dipimpin langsung Wali Kota Mojokerto, Mas'ud Yunus.
Pemkot Mojokerto ingin memantau secara langsung kebersihan pasar dan terminal, sebelum penilaian Adipura 2016 dilakukan.
Adapun lokasi pertama yang disidak orang nomor satu di Kota Mojokerto ini adalah Pasar Tanjung Anyar. Wali Kota berkeliling melihat kondisi pasar, terutama tempat sampah dan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang ada di belakang pasar.
"Untuk tempat sampah di parkir dan kios masih kurang," terangnya sembari melihat kondisi sampah di pasar itu kepada Surya (TRIBUNnews.com Network), Jumat (11/3/2016).
Masih kurangnya tempat sampah, membuat para pedagang dan pembeli masih membuang sampah tak pada tempatnya. Bahkan di TPS, menurutnya banyak sampah yang belum terangkut, sehingga timbunan sampah masih terlihat.
Untuk itu, dia meminta Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) agar tak ada penimbunan sampah di TPS.
"Saya sudah minta ke DKP, agar tak ada timbunan sampah. Sampah harus langsung diangkut sehingga kami fokus mengangkut sampah di pasar dengan menambah armada," paparnya.
Tak hanya itu, air lindi (air hujan pada timbunan sampah) di pasar itu masih banyak karena saluran yang jelek. Dibuatnya saluran, agar pasar dan TPS lebih bersih.
"Saya sudah minta ke kepala pasar, agar dibuatkan saluran yang baik dan betul," katanya.
Usai sidak ke Pasar Tanjung Anyar, Wali Kota dan rombongan bergeser ke Terminal Kertajaya. Di terminal, Wali Kota melihat ruang informasi, ruang tunggu, tempat sampah, para pedagang hingga TPS.
"Terminal tak begitu masalah, tempat sampah cukup. Tempat sampah sudah ada pemilihannya, ada tempat sampah basah dan kering. Sidak ini, untuk melihat persiapan karena penilaian sudah dekat," katanya.
Sedangkan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Mojokerto, Amin Wachid menuturkan, adanya timbunan sampah tak lepas dari proses rehab Depo Sampah.
"Biasanya tempat pembuangan sampah ada di dalam. Namun karena rehab, untuk sementara ditaruh di luar pasar," katanya.
Kondisi ini membuat masih banyak sampah yang belum terangkut. Dia mengaku rehab ini akan tuntas 10 hari ke depan.
"Memang akan mengganggu karena bau sampah. Untuk mengurangi sampah, armada akan kami tambah jadi tiga unit, dari sebelumnya satu unit," pungkasnya.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/berita-mojokerto-wali-kota-mojokerto-sidak-pasar-ada-sampah_20160311_163032.jpg)