Berita Surabaya

Lembaga Ini Selidiki Dugaan Monopoli Layanan Triple Play Indihome, Ini Alasannya

#Surabaya - PT Telkom terindikasi melakukan praktik mmonopoli dan persaingan usaha dan tidak sehat di Surabaya. Kok bisa?

Lembaga Ini Selidiki Dugaan Monopoli Layanan Triple Play Indihome, Ini Alasannya
surya/m taufik
Aru Armando, Kepala Kantor Perwakilan Daerah (KPD) KPPU Surabaya saat memaparkan kasus-kasus yang ditanganinya pada acara Gathering dengan sejumlah wartawan di Surabaya, Selasa (21/10/2015). 

SURYA.co.id I SURABAYA - Layanan triple play Indihome milik PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) terindikasi melanggar pasal 15 ayat (2) dan Pasal 17 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Hal itu dikemukakan Kepala Kantor Perwakilan Daerah Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Surabaya, Aru Armando, yang kini menyelidiki layanan tersebut.

"Tanggal 8 Maret 2016 Komisi telah menyetujui dimulainya kegiatan penyelidikan terkait Indihome," kata Aru.

Indiehome adalah layanan yang terdiri dari internet fiber atau high speed internet, interactive TV (Usee TV) dan Phone (Telepon Rumah).

Untuk sebagian besar wilayah indonesia, Indihome dilayani dengan menggunakan 100 persen Fiber Optic.

"Kami mencermati dinamika yang berkembang dalam masyarakat terkait dengan layanan triple play Indihome ini," lanjutnya.

Aru mengaku sudah dua kali memanggil pihak Telkom untuk mendiskusikan beberapa hal, salah satunya adalah mengenai produk Indiehome. Menurutnya, KPPU kini telah mengantongi beberapa indikasi perilaku penyedia layanan Indiehome yang diduga melanggar Pasal 15 ayat (2) dan Pasal 17 UU Nomor 5 Tahun 1999.

"Dengan dimulainya penyelidikan, KPPU akan segera membentuk Tim Penyelidik untuk mengumpulkan alat-alat bukti terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh penyedia layanan triple play Indiehome," tandasnya.

Dikonfirmasi mengenai hal ini, Telkom melalui Direktur Konsumer, Dian Rahmawan menyampaikan bahwa pelanggan IndiHome bebas menyiapkan Instalasi Kabel Rumah (IKR) Broadband.

"Jaringan akses Telekomunikasi yang berbasis fiber optik saat ini menjadi trend dan pilihan utama untuk rumah yang memerlukan layanan broadband menggantikan moda jaringan akses tembaga," katanya.

Layanan broadband dengan karakteristik kecepatan tinggi tersebut mengikuti permintaan pasar atas kebutuhan layanan Tripleplay.

Dengan perkembangan teknologi IoT ( Internet of Thing), Layanan broadband di rumah juga bisa diperluas dan diperkaya menjadi layanan Digital Home Smart Living, Surveillance Camera, Kontrol menghidupkan mematikan Lampu, AC, menggerakan tirai, pintu, jendela dan berbagai kontrol melalui Mobile Apps bisa dimungkinkan melalui layanan broadband.

“Sebuah rumah masa kini tidak hanya membutuhkan listrik dan air bersih, namun sudah menjadikan Broadband sebagai kebutuhan utilitas nomor tiga.

Pemilik Rumah bebas menyiapkan titik-titik broadband sesuai keinginan, sehingga mereka bebas memasang tambahan wifi atau router, tambahan setop box, camera, Komputer dan lainnya dengan leluasa,” katanya.

Penulis: M Taufik
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved