Breaking News:

Citizen Reporter

Ternyata Toleransi Itu adalah Thailand

mencatatkan jadwal salat, mencari arah kiblat, menyucikan tempat salat, menjaga kehalalan makanan saya... itulah toleransi yang mereka tunjukkan...

istimewa
ilustrasi 

Reportase : Choirun Nisa Ristanty
Pengajar Bahasa Indonesia di Bangsai College of Agriculture and Technology, Thailand
fb.com/choirun nisa ristanty

KALAU boleh jujur, hidup di Thailand Utara selama seminggu ini sudah membuat saya mengerti arti toleransi. Saya banyak merenung ketika berada di sini dan pertanyaan yang sama selalu muncul, yaitu: apakah saya sudah menghormati hak-hak umat beragama yang minoritas di Indonesia?

Pertanyaan itu hadir ketika saya merasakan orang-orang Thailand sangat toleran dengan keberadaan saya yang berbeda dari mereka. Saya sangat terkesan dengan cara mereka memerlakukan orang muslim sehingga saya bisa hidup dalam minoritas.

Hari pertama datang, mereka bertanya apa yang boleh dan tidak boleh saya makan. Beberapa orang mengerti kalau saya tak makan babi dan katak, dan beberapa orang lainnya tak paham.

Namun, mereka saling berkomunikasi satu sama lain tentang makanan yang akan saya makan setiap hari agar tak ada bahan babi dan katak. Ketika saya diajak makan di restoran, mereka selalu memesan makanan yang terbuat dari ayam dan makanan laut. Ketika salah satu dari mereka memesan makanan dari bahan babi, mereka memisahkan makanan berbahan babi tersebut dari menu ayam atau makanan laut.

Mereka juga benar-benar awam tentang bagaimana umat muslim beribadah. Toh mereka mau membantu mencarikan arah kiblat lewat google maps. Mereka memberi tempat khusus untuk saya di perpustakaan universitas sebagai tempat salat duhur dan ashar.

Mereka juga mencatat jadwal salat saya dan hampir setiap hari selalu bertanya apakah saya sudah salat atau belum. Mereka juga selalu membersihkan tempat salat saya agar selalu suci. Pun, ketika puasa sunah Senin dan Kamis, mereka membantu mencarikan makan pembuka puasa yang halal di pasar. Bagaimana saya tak terharu dengan perlakuan mereka itu?!

 

Poligami

Selain mengajar bahasa Indonesia, saya pikir saya punya tanggung jawab lain yaitu menjelaskan apa Islam dan siapa Muslim. Banyak dari mereka yang bertanya dan heran tentang konsep poligami.

Saya sangat sedih. Stereotipe orang muslim untuk orang Thailand adalah poligami yang bagi mereka sangat bertentangan dengan lima dasar agama Buddha. Sedikit demi sedikit saya menjelaskan tentang konsep dasar dalam Islam.

Saya juga turut belajar bagaimana konsep penting dalam agama Buddha, tanpa perdebatan, tanpa kebencian. Benar, kita tak akan pernah merasakan apa yang orang lain rasakan sebelum kita berada di kondisi yang sama dengan mereka. Jadi, belajar bertoleran dari orang lain itu perlu!

 


 

Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved