Citizen Reporter

Literasi Keluarga Penawar Racun Masalah

jangan sepelekan jika literas keluarga bisa menjadi filter sekaligus tameng bagi racun persoalan kehidupan yang kian beragam ujudnya...

istimewa
ilustrasi 

Reportase : Vegasari Yuniati
Praktisi perpustakaan/pengajar literasi/blogger
www.misschic888.blogspot.co.id

USAI menggarap literasi di area publik dan sekolah, Badan Arsip dan Perpustakaan (Baspus) Kota Surabaya tahun ini menjemput bola dengan terjun langsung menyosialisasikan literasi dan parenting.

Kamis (3/3/2016) Barpus menggandeng TP PKK Kota Surabaya dan beberapa penerbit mengadakan literasi keluarga di Rusunawa Penjaringansari.

Ada beberapa kegiatan sekaligus, antara lain talk show creative parenting dan pentingnya literasi keluarga, demo mendongeng, lomba orangtua mendongeng pada anak, dan lomba mewarnai.

Arini Pakistyaningsih SH MM, Kepala Barpus dan Chusnur Ismiyati Hendro G SH, penasihat TP PKK Surabaya hadir sebagai narasumber, menjelaskan literasi sebagai kemampuan membaca dan menulis. Mengapa keluarga?

Dalam keluarga ada orangtua yang memiliki peran penting menumbuhkan kemampuan literasi secara baik. Berawal dari pemahaman orangtua mengenai tumbuh kembang anak yang melewati fase, tumbuh berhubungan dengan nutrisi fisik dan kembang yang berhubungan dengan kemampuan serta faktor potensi, antara lain nature dan nurture.

Potensi nature misalnya kecerdasan tak permanen bisa distimulus melalui nurture. Nurture menjadi hal yang utama melalui pola asuh dari orangtua. Jika pola asuh baik, anak yang memiliki nature kecerdasan kurang maksimal mampu dimaksimalkan melalui stimulus nurture. Begitupun sebaliknya.

Stimulus nurture antara lain melalui literasi keluarga. Literasi keluarga mampu menghasilkan para orangtua yang kreatif, sehingga anak-anak mampu menjadi manusia seutuhnya. Memahami kelaziman dari gempuran kekinian. 

Menumbuhkan literasi keluarga bisa melalui dari hal-hal yang sederhana. Yaitu orangtua sebagai contoh praktis. Misalnya, bercerita dan menceritakan kembali isi buku yang disesuaikan dengan usia anak, permain peran, menggambar, membuat mainan sendiri, bermain puzzle, menyusun balok, bermain lego atau mainan bongkar pasang, pameran karya anak, membentuk plastisin, mencampur cat, senam, menari dan berjoget, main bola, bermusik, komunikasi unik dengan boneka tangan, dan bermain kejar-kejaran.

Pada akhirnya, jika seseorang memiliki kemampuan literasi yang baik, akan mampu menjadi penawar racun dari berbagai permasalahan populer yang belakangan marak. Semisal LGBT, kenakalan dan kekerasan remaja.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved