Breaking News:

Profil

Wanita Ini Ikuti Jejak sang Mama Sebagai Perias. Ini Alasannya

Karena akrab dengan ‘dunia pernikahan’ yang sering menggunakan jasa sang mama sebagai perias, membuat Vita kian mengenal tugas seorang pembawa acara.

SURYA/AHMADZAIMULHAQ

SURYA.co.id | SURABAYA - Lahir dari seorang ibu yang perias manten, tak membuat Vita Sitorus serta merta menggeluti dunia yang sama. Perempuan kelahiran Surabaya, 9 November 1987 ini justru piliih menjadi pembawa acara (MC).

Alasannya, dua pekerjaan itu bisa saling mengisi. “Waktu itu pemikiran saya sederhana. Kalau mama jadi perias saya kan bisa jadi MC-nya,” ucap Vita kepada Surya beberapa waktu lalu.

Karena akrab dengan ‘dunia pernikahan’ yang sering menggunakan jasa sang mama sebagai perias, membuat Vita kian mengenal tugas seorang pembawa acara.

“Belajarnya otodidak. Saya kan sering melihat apa saja yang dilakukan MC di acara-acara macam pernikahan itu,” bebernya.

Maka begitu lulus dari SMA Ta’Miriyah Surabaya, Vita bertekad bulat terjun sebagai MC. “Biasanya di acara-acara wedding atau exhibition,” ungkapnya.

Namun, belakangan dorongan menjadi seorang make up artist pun tak bisa dielakkan. “Awalnya menggantikan mama saat berhalangan merias kliennya,” tutur wanita yang dalam tubuhnya mengalir darah perpaduan Surabaya-Medan ini.

Aktivitas yang terjadi pada tahun 2011 itu ternyata mulai mengusiknya untuk menjadi perias. Vita tak menepis, keinginannya mengikuti jejak sang mama itu lantaran munculnya kesadaran dalam dirinya bahwa pekerjaan sebagai MC tidak lah abadi.

“Kalau MC itu sudah ‘berumur’, sangat mungkin tak lagi dipakai orang. Sedang seorang perias itu tetap dibutuhkan meski usianya sudah lanjut,” tandas Vita.

Penulis: Achmad Pramudito
Editor: Achmad Pramudito
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved