Berita Pendidikan Surabaya
Surabaya 100 Persen UNBK, Tak Perlu Soal Kertas, Kecuali Siswa ini
Ia mengungkapkan Surabaya menjadi kota dengan sekolah terbanyak penyelenggara UNBK. Setelah dipastikan mengkuti UNBK, sekolah tak dapat mundur."
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Parmin
SURYA.CO.ID | SURABAYA – Setelah menyatakan penyelenggaraan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) 100 persen untuk kelas IX SMP dan kelas XII SMA. Surabaya tidak memerlukan pendistribusian soal ujian nasional (unas) berbasis kertas.
Kecuali untuk sejumlah siswa inklusi yang tidak bisa menggunakan komputer.
“Kalau inklusi memang belum UNBK, jadi masih pakai manual,” ujar Ketua Tim UNBK Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik), Handaru Catu Bagus pada acara Pemantapan UNBK di Convention Hall, Senin (7/3/2016).
Ia mengungkapkan Surabaya menjadi kota dengan sekolah terbanyak penyelenggara UNBK. Setelah dipastikan mengkuti UNBK, maka sekolah tidak dapat mengundurkan diri.
“Jumlahnya mencapai 624 sekolah. Paling banyak di antara yang lain,” ungkapnya.
Sedang siswa tidak bisa hadir UNBK di sekolah karena permasalahan hukum ataupun sakit, Handaru mengaku belum dapat memastikan hal tersebut.
Siswa dengan kondisi demikian dapat juga dimasukkan dalam daftar peserta ujian unas susulan.
“Kalau tahun lalu masih bisa ujian kertas di lapas atau rumah sakit. Tapi sekarang tidak bisa, kalau UNBK, cadangannya ya tetap komputer bukan kertas," jelasnya.
Menurutnya distribusi soal unas sudah masuk lelang, tidak mungkin juga mengalami perubahan sesuai data.
Puspendik, lanjutnya, memberikan apresiasi kepada Surabaya dengan penyelenggara UNBK terbanyak. Namun, dia mewanti-wanti agar pemkot Surabaya mempersiapkan dengan matang.
“Dengan program Testing Center di Surabaya ini sudah sangat membantu sekolah yang tidak dapat menyelenggara mandiri. Belum ada di kota lainnya,” terangnya.
Handaru menambahkan Puspendik akan mendirikan posko khusus UNBK di Surabaya yang selama ini posko tesebut berada di tingkat provinsi.
“Di Jatim ada sendiri, dan Surabaya akan ada sendiri khusus, karena terbanyak pelaksananya” tegasnya.
Berdasarkan data Dindik Surabaya, masih ada 58 sekolah yang akan melaksanakan UNBK dengan numpang disekolah lain. Apabila siap pelaksanaan UNBK mandiri, sekolah diimbau segera melapor agar segera diverifikasi Dindik Surabaya.
Sedang Proktor SMKN 5 Surabaya, Danang menjelaskan, sejauh ini pelaksanaan UNBK di sekolahnya berjalan lancar. Kendalanya cuma sederhana seperti jaringan yang lambat.
“Kami sekarang fokus sinkronisasi, karena di sekolah ada 200 komputer untuk 543 siswa kami,” terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/berita-surabaya-jatim-unbk_20160307_213741.jpg)