Profil
Wanita Cantik Ini Ngaku Nyaris Jadi Korban Bom Kuningan
Tragedi bom yang menimbulkan banyak korban di Hotel JW Marriott Jakarta tahun 2009 tak akan pernah bisa dilupakan Febriana Eka.
Penulis: Achmad Pramudito | Editor: Achmad Pramudito
SURYA.co.id | SURABAYA - Tragedi bom yang menimbulkan banyak korban di Hotel JW Marriott Jakarta tahun 2009 tak akan pernah bisa dilupakan Febriana Eka.
Apalagi peristiwa yang dikenal dengan ‘tragedi Kuningan’ itu terjadi di saat dirinya baru mengawali karier di dunia perhotelan sebagai waitrees.
“Pagi itu sebetulnya saya diminta pimpinan hotel untuk datang pagi. Namun, saat hendak pulang sehari sebelumnya perintah berubah, saya diijinkan datang agak siang,” tuturnya.
Perempuan yang akrab disapa Fe ini berulang kali mengucap rasa syukurnya lantaran terlepas dari musibah itu. Sesaat kemudian, Sales Manager Harris-Pop Hotel Gubeng Surabaya ini menerawang dengan ekspresi duka.
“Saya teringat teman saya yang kebagian shift pagi. Kasihan tak bisa terselamatkan,” ungkapnya.
Meski begitu, Fe menegaskan tragedi bom itu tak menyurutkan niatnya untuk bertahan di dunia perhotelan. Namun, untuk memenuhi keinginannya itu dia terpaksa harus pulang kampung, Surabaya.
“Saya tak bisa menolak permintaan orangtua untuk kembali ke Surabaya. Mereka sangat khawatir atas kondisi saya di sana (Jakarta),” tutur Fe yang lulusan Universitas Trisakti Jakarta Jurusan Pariwisata.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/febriana-eka_20160306_090317.jpg)