Berita Malang Raya
Rp 1,5 Miliar Untuk Rumah Tidak Layak Huni di Malang
"LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyaraka) Universitas Islam Malang (Unisma) sebagai pengusul," jelas Dr Ir Masyhuri Machfudz MP, Ketu
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Yoni
SURYA.co.id | MALANG - Kementrian Sosial menggelontorkan dana hibah Rp 1,5 miliar untuk perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu). Lokasinya di lima desa di Kecamatan Jabung, Malang, Jawa Timur.
Meliputi Desa Kemiri, Desa Slampahrejo, Desa Jabung, Desa Argosari dan Desa Sidorejo. Sasarannya adalah rumah kelompok miskin yang perlu direhab.
"LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyaraka) Universitas Islam Malang (Unisma) sebagai pengusul," jelas Dr Ir Masyhuri Machfudz MP, Ketua LPPM Unisma kepada Surya (TRIBUNnews.com Network), Minggu (6/3/2016).
Namun, lanjutnya, anggaran langsung turun kepada kelompok sasaran. Menurut dosen ini, hibah dikuncurkan pada Februari 2016 lalu untuk 150 rumah. "Saat ini, sedang berjalan 65 persen," tutur dia.
Per rumah mendapat Rp 10 juta. Mahasiswa Unisma yang sedang KKN disana hanya bertugas sebagai partisipan. Mereka didampingi oleh
tenaga kerja sosial kecamatan (TKSK).
Katanya, dengan adanya program rutilahu, maka melayakkan hunian itu. Alasannya, kondisi rumah sebelumnya memang memprihatinkan.
Memilih sasaran di lima desa di Kecamatan Jabung itu berdasarkan hasil KKN Unisma sebelumnya. Sehingga kemudian diusulkan ke Kemensos RI.
Selanjutnya dilakukan MoU antara Unisma dan kementrian pada 7 Mei 2015. Katanya, harusnya rumah yang direhab selesai satu bulan. Namun ada kendala-kendala bersifat sosial.
Misalkan menunggu hari baik. Sehingga tidak bisa langsung dikerjakan rehabnya. Ada juga masalah administrasi kependudukan, seperti tidak punya KTP, KK dan surat tanah.
Sebab untuk hibah harus jelas semuanya.
"Keseluruhan hibah yang diterima LPPM Unisma tahun ini meningkat. Tapi memang sifatnya sektoral," katanya. Meliputi hibah kemensos Rp 1,5 miliar dan Rp 2,4 miliar dari Kementrian Ristek dan Dikti untuk penelitian.
Katanya, hibah dikti secara makro ke perguruan tinggi ada pemangkasan.
Tahun lalu mendapat Rp 3,2 miliar. Terbanyak untuk penelitian lanjutan (on going) mendapat 100 persen.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA