Prostitusi Artis

Kisah Para Gadis Jepang yang Ditipu dan Dipaksa Bermain di Film Porno

"Perempuan-perempuan ini dipaksa tampil di film seksual yang sangat kasar,"

Kisah Para Gadis Jepang yang Ditipu dan Dipaksa Bermain di Film Porno
GettyImages
Ratusan wanita di Jepang telah menjadi koban eksploitasi oleh industri pornografi. 

SURYA.co.id|JEPANG - Ratusan wanita di Jepang telah menjadi koban eksploitasi oleh industri pornografi.

Lebih dari 130 kasus telah terungkap selama empat tahun terakhir. Para wanita muda telah dieksploitasi, dipaksa atau ditipu hingga terjerumus ke industri hiburan dewasa.

Banyak di antara korban diperkosa atau dipaksa melakukan adegan seksual tanpa menggunakan pelindung.

Dilansir dari Independent.co.uk, para aktivis dan pengacara telah mengadakan konferensi minggu ini untuk menyoroti keprihatinan tentang masalah ini.

Seorang pengacara korban mengatakan para korban awalnya didekati oleh orang-orang yang berpura-pura sebagai agen dan menawarkan kontrak modeling.

Namun, setelah para gadis lugu inimenandatangani kontrak, baru kemudian mereka menyadari bahwa mereka tidak menandatangani kontrak iklan komersial atau busana modeling tetapi menjadi pemeran film dewasa.

Para korban terpaksa bekerja di bawah ancaman. Jika mereka mencoba untuk meninggalkan pengaturan, mereka diancam akan dilaporkan karena melanggar perjanjian.

Akibatnya, setidaknya satu wanita telah melakukan bunuh diri setelah menjadi korban dari skema tersebut.

Kasus itu dibawa ke pengadilan September lalu, ketika seorang aktris dituntut sebuah perusahaan film pornografi setelah dia bilang dia ingin mengakhiri kontraknya.

Dia mengatakan bahwa dia telah dipaksa untuk melakukan perbuatan cabul karena masih di bawah umur dan dipaksa tampil di film porno setelah ia dewasa.

Begitu dia menolak untuk melanjutkan bekerja di industri, perusahaan kemudian menggugatnya.

"Perempuan-perempuan ini dipaksa tampil di film seksual yang sangat kasar," kata pengacara bernama Yukiko Tsnuoda yang hadir dalam konfrensi minggu ini.

Sementara itu, Profesor hukum di Chiba University, Hiroko Goto mengatakan hal serupa. "Tampaknya sekilas diasumsikan bahwa perempuan ini setuju untuk muncul dalam film porno, tetapi mereka kadang-kadang masih anak-anak dan perempuan muda berusia 20-an yang belum diberdayakan secara sosial. Mereka adalah korban para pemilik kekuasaan dan uang," terangnya.

Secara global, pendapatan dari industri pornografi mencapai $ 97 miliar, dan dari jumlah tersebut $4.4 miliar di antaranya berasal dari industri film di porno Jepang. (http://www.independent.co.uk)

Editor: Rahadian Bagus Priambodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved