Breaking News:

Kebun Binatang Surabaya

Agar Tidak Mengganggu, Induk Jantan Dipisah dari Bayi Watusi

Bayi Watusi yang baru lahir dan sang induk betina langsung dipisah dengan induk jantan dan anak banteng jantan.

Penulis: Achmad Pramudito | Editor: Achmad Pramudito
SURYA/PRAMUDITO

SURYA.co.id | SURABAYA - Bayi Watusi yang baru lahir dan sang induk betina langsung dipisah dengan induk jantan dan anak banteng jantan, sehingga keempat satwa ini berada di satu kandang dengan pagar pemisah dari kayu.

“Ini untuk menghindari gangguan dari induk jantan. Karena dari pengalaman kami saat proses kelahiran anak Watusi pertama dulu itu, induk jantan cenderung sering mengganggu bayi yang baru lahir,” ungkap drh Ommy, dari tim kesehatan Kebun Binatang Surabaya.

Menurut Ommy, proses pemisahan itu dilakukan ketika sang induk betina sudah menunjukkan gejala melahirkan. “Ini beda dengan dulu. Ketika proses kelahiran anak jantan masih belum dilakukan pemisahan sejak awal,” bebernya.

Ketika melihat gelagat sang induk jantan sering mengusik bayinya maka petugas Kebun Binatang Surabaya (KBS) pun membuat pagar pemisah. Pemisahan itu dilakukan juga untuk menghindari kemungkinan induk betina dan jantan bertarung.

“Karena sang induk betina secara naluriah bertindak protektif pada bayi yang baru lahir,” tegas Ommy.

Sebagaimana diberitakan, KBS mendapat warga baru. Kamis (3/3) dini hari lahir Watusi betina dengan bobot 25 kg.

Ini bukan yang pertama. Pada tanggal 8 Agustus 2014, sepasang Ankole-Watusi atau dikenal sebagai Banteng Afrika ini melahiran bayi jantan yang lalu diberi nama Fajar.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved