Sabtu, 11 April 2026

Berita Bangkalan

Kasus Kusta Masih Tinggi, Ternyata Ada Anggapan Penderita Penyakit Ini Telah Dikutuk

Di Kabupaten Bangkalan, penderita kusta basah terdata 88 persen dari 310 penderita. Sedangkan kusta anak tercatat 38 anak

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Titis Jati Permata
surya/ahmad faisol
Sarasehan bertajuk Advokasi, Sosialisasi Bagi Lintas Program dan Lintas Sektor dalam Rangka Intensifikasi Penemuan Kasus dan Frambusia melalui Kampanye Eliminasi Kusta dan Eradikasi Frambusia di Hotel Ningrat Bangkalan, Kamis (3/3/2016). 

SURYA.co.id | BANGKALAN - Ditemukannya 310 penderita kusta di tahun 2015, menjadikan Kabupaten Bangkalan menempati urutan keempat terkait kasus kusta di Jatim.

Hal itu menunjukkan penularan atau kasus kusta baru masih berlangsung di semua kecamatan dengan prevalensi di atas 1 per 10 ribu penduduk.

Atas dasar itulah, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangkalan menggalakkan pencapaian eliminasi kusta untuk menemukan sebanyak mungkin dan sedini mungkin kasus kusta baru.

Langkah itu disampaikan dinkes memalui sarasehan bertajuk Advokasi, Sosialisasi Bagi Lintas Program dan Lintas Sektor dalam Rangka Intensifikasi Penemuan Kasus dan Frambusia melalui Kampanye Eliminasi Kusta dan Eradikasi Frambusia di Hotel Ningrat Bangkalan, Kamis (3/3/2016).

Kepala Dinkes Bangkalan Nur Aida Rahmawati mengatakan, komitmen kegiatan pencapaian eliminasi kusta kerap terkendala dengan prilaku keluarga penderita karena kurangnya pemahaman terhadap penyakit kusta itu sendiri.

"Umumnya, warga atau keluarga penderita masih menganggap kusta merupakan penyakit kutukan. Padahal tidak, kusta bisa disembuhkan dan terhindar dari kecacatan," ungkap Aida, begitulah ia akrab disapa.

Karena itulah, upaya pihak dinkes mendatangi secara door to door untuk menemukan dan mengobati penderita kusta terkendala kendati sudah banyak yang sudah ditemukan hingga sembuh setelah pengobatan secara teratur.

Di Kabupaten Bangkalan, penderita kusta basah terdata sebanyak 88 persen dari 310 penderita. Sedangkan kusta anak tercatat 38 anak (12 persen).

Aida menegaskan, tidak perlu mengucilkan para penderita kusta lantaran penularannya tidak terjadi seketika atau hanya dengan berjabat tangan.

"Bersentuhan dan melalui pernafasan penularannya. Itu pun dalam jangka puluhan tahun bersentuhan langsung dengan kondisi tubuh kita lemah," paparnya.

Dari 18 kecamatan yang ada, angka kasus baru penderita kusta tertinggi di Kecamatan Konang, disusul Kokop, Blega, Tanjung Bumi, Geger, Tanah Merah, Burneh, Galis, Sukolilo, Kwanyar, Tragah, Kota, Klampis, Sepulu, Kamal, Modung, Arosbaya, dan Socah.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved