Industri Kreatif

Kisah Bocah 15 Tahun yang Mendadak Kaya Raya, Raup Rp 44 Juta Sebulan Hanya dari Kamarnya

Anak sopir taksi yang kini menjadi jutawan muda ini juga telah memiliki seorang pegawai, dari Belanda. Kisahnya telah menginspirasi banyak orang.

Editor: Rahadian Bagus Priambodo
dailystar.co.uk
Mohammed Ali telah berhasil mengumpulkan pundi-pundi kekayaan serta biaya untuk kuliahnya sejak ia berusia 15 tahun. 

SURYA.co.id - Usia tidak menjadi patokan bagi seseorang untuk meraih kesuksesan. Mohammed Ali telah berhasil mengumpulkan pundi-pundi kekayaan serta biaya untuk kuliahnya.

Yang menarik, semua uang itu ia kumpulkan sebelum dia mendapatkan ijazah GCSE-nya atau ijazah umum pendidikan menengah.

General Certificate of Secondary Education atau disingkat GCSE adalah ijazah akademis yang khusus menilai berdasarkan mata pelajaran tertentu yang diperoleh melalui ujian kualifikasi. Ujian ini biasanya diambil oleh anak-anak berusia 15-16 tahun atau seusia siswa tahun terakhir SMP di

Sebagai anak laki-laki, Mohammed yang kini menjadi entrepreneur dibidang teknologi, menghabiskan berjam-jam bermain game online. Pada suatu hari, dia merasa bosan dengan game yang ia mainkan.

Dari rasa bosan itu, akhirnya muncuk rasa penasaran untuk mempelajari cara membuat game.

Hingga akhirnya, pada saat usianya 12 tahun, ia berhasil menciptakan game yang ia sebut Project 2006.

Kemampuannya membuat game ia pelajari secara otodidak dari menonton tutorial di YouTube dan membaca buku bahasa pemrograman Java.

Beberapa bulan kemudian, pada 2012 dia kembali membuat game baru. Game role-playing yang dibuatnya ternyata mendapat respon positif. Ada lebih dari 3.000 orang yang mendaftar sebagai anggota terdaftar.

"Saya selalu memiliki ketertarikan besar dalam bidang komputer. Suatu hari saya merasa bosan, dan saya tidak punya permainan baru untuk bermain, jadi saya putuskan untuk membuatnya sendiri," kata Mohammed.

"Proyek 2006 sangat laris dengan cepat. Saya harus mempekerjakan seorang pria di Belanda untuk mengelolanya, " terangnya.

Menyadari dirinya bisa menghasilkan uang dari keterampilan komputer, Mohammed memutuskan untuk memulai bisnisnya sedniri. Dia membuat situs bisnisnya yang ia sebut Flaming Sites.

Bocah berusia 15 tahun ini juga sedang merancang sebuah aplikasi untuk dealer mata uang dan pedagang saham.

Saat ini Mohammed, anak dari seorang ayah yang bekerja sebagai sopir taksi dan ibu rumah tangga ini harus sering bepergian ke Canary Wharf di London untuk bertemu klien.

"Saya biasanya tidak memberitahu ke klien kalau saya masih berusia 15 tahun. Tapi orang-orang tampaknya tidak begitu terkejut ketika mereka bertemu saya untuk pertama kalinya karena saya melakukan segala sesuatu secara profesional," ujarnya.

"Mereka mungkin menganggap saya lebih tua. Saya pertama kali belajar cara membuat website menggunakan YouTube dan beberapa buku, tapi saya mempelajari lebih banyak sekarang," kata Mohammed.

"Sekarang saya meminta bayaran £ 600 per situs dan saya bisa mengerjakan satu situs seminggu, jadi saya punya cukup uang untuk biaya kuliah di universitas," imbuhnya.

Bila dikurskan dalam seminggu Mohammed bisa mendapatkan sekitar Rp 11.019.600 juta. Nah, bila dikalikan 4 kali, maka sebulan Mohammed memiliki pendapatan Rp 44 juta lebih. (dailystar.co.uk)

BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved