Profil
Female DJ asal Malang Ini Punya 58.000 Follower, Yuk Kenalan!
#MALANG - Kalau ada tanggapan positif dan degatif tentang profesi DJ oleh perempuan, ya sudah, biarin aja.
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Yuli
SURYA.co.id | MALANG - Winda Angelita baru mendalami dunia disjoki (serapan baku untuk disc jockey) enam bulan lalu. Tapi, female DJ itu merasa nyaman dalam tempo cepat.
Bahkan, bagi perempuan yang tinggal di Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang itu, menjadi disjoki lebih menyenangkan ketimbang menjadi model -- pekerjaan yang lama sebelumnya telah ia geluti.
Pilihan jadi disjoki juga tak lepas dari dukungan ibunya. Pengakuan dia, justru ibunya yang pertama kali menawarkan Winda untuk menjadi disjoki.
Tanpa pikir panjang, Winda yang notabenenya sudah gandrung dengan musik langsung mengiyakan. Mulai dari sana, ia langsung memilih untuk kursus disjoki di salah satu sekolah disjoki di Kota Malang.
"Awalnya mama iseng tanya, "Winda tertarik enggak jadi DJ gitu?" terus Winda tanya balik, emang boleh? Kata mama, ‘silakan’. Ya sudah, langsung berangkat, deh," ujar wanita kelahiran 29 Juni 26 tahun lalu itu.
Jawaban tanpa pikir panjang itu bukan berarti tanpa persiapan matang.
Pemilik 58.000 lebih follower di Instagram itu mengaku sudah lama tertarik dengan dunia disjoki, jauh sebelum ibunya menawarinya.
Apalagi, ia sering datang ke acara rave party dan dreamfields. Tiap melihat disjoki di acar-acara itu, Winda menanggap permainan musik rekaman dari piringan hitam adalah suatu hal yang menghibur.
"Menarik karena bisa ajak orang buat joget dan kadang bernyanyi," selorohnya.
Meski tawaran menjadi disjoki di suatu acara selalu datang tiap pekan, Winda merasa ilmu tentang disjokinya masih minim.
Sebab itu, ia merasa perlu "sekolah" lagi untuk menguasai beberapa teknik yang belum ia hafal. Saat enam bulan latihan pertama, wanita bernama asli Winda Rahayu itu sempat jengkel saat harus belajar running.
Separuh dari waktu belajarnya dihabiskan buat menguasai teknik itu.
Ya, Winda bisa maklum diri apabila ia harus mengahabiskan banyak waktu buat mengingat satu demi satu teknik yang diajarkan sang guru di kepalanya.
Di sela belajar, ia masih harus membagi waktu dengan bekerja sebagai model.
Saban pekan, ia harus terbang ke Bali untuk beberapa kali sesi pemotretan.
“Kalau ada tanggapan positif dan degatif tentang profesi DJ oleh perempuan, ya sudah, biarin aja. Menurut saya, ini tetap pekerjaan yang menarik dan mengibur orang,” ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/berita-malang-winda-rahayu-alias-winda-angelita-female-disc-jockey_20160226_215713.jpg)