Berita Gresik
Siswa SMP Gresik Tewas Tertabrak Kereta Api
"Setelah terdengar brak. Saya berlari keluar warung. Dan mencari suara tersebut, ternyata kereta menabrak motor," kata Saji (63), warga Dusun Brak, De
Penulis: Sudarmawan | Editor: Yoni
SURYA.co.id | GRESIK - Seorang anak ditabrak kereta api di perlintasan tanpa palang pintu Desa Sumari, Kecamatan Duduksampean.
Beruntung rekan korban terhindar dari maut, Selasa (23/2/2016).
Menurut pengakuan warga sekitar, bahwa kedua anak itu awalnya berboncengan motor berdua, melaju dari Selatan ke Utara atau dari Desa Sumari ke Dusun Brak, Desa Tebaloan, Kecamatan Duduksampean.
Tiba-tiba saja terdengar suara benturan keras.
Warga langsung mencari sumber suara tersebut. Ternyata motor sudah terseret puluhan meter dan seorang jasad anak sudah terperosok di bawah pipa dalam kondisi sekarat.
Sedangkan seorang anak masih selamat dan luka ringan.
"Setelah terdengar brak. Saya berlari keluar warung. Dan mencari suara tersebut, ternyata kereta menabrak motor," kata Saji (63), warga Dusun Brak, Desa Tebaloan, Kecamatan Duduksampean kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).
Akibat kejadian Suman, siswa SMP Negeri 1 Duduksampean, Kelas III, sudah terkapar di bawah pipa air PT Petrokimia Gresik yang ada di samping rel kereta api.
Korban terseret hingga 50 meter dengan kondisi baju sobek-sobek, wajah luka, tangan dan kaki patah.
"Warga langsung berusaha korban, ternyata sudah meninggal dunia. Sedangkan kereta api KRS Log Babat, langsung melaju dan berhenti di stasiun Duduksampean," kata Aris Budicahyono (27), warga dusun Brak, Desa Tebaloan, Kecamatan Duduksampean.
Sampai saat ini, korban yang meninggal dunia sudah dibawa ke RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik.
Sedangkan seorang korban dibawa ke Puskesmas Duduksampean.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA