Breaking News:

Berita Surabaya

Perempuan Ini Kepincut Motor Gede Usai Lihat Sang Kakak Ikut Balapan

Masih kata Dewi, terjun dalam club HDCI Surabaya tidak membuatnya menyesal. Sebab di sini ia memperoleh keluarga, teman, serta lingkungan baru.

surya/dya ayu
Dewi Yunani berpose mengenakan jaket kulit dan helm khusus Touring kesayangannya di Sekretariat HDCI, Jalan Ambengan, Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Bercermin dari sang kakak laki-lakinya, Andre Yugoslavia, Dewi Yunani mulai tergiur mengendarai motor gede (moge).

Saat itu Dewi panggilan akrabnya, melihat kakaknya balapan liar dengan menggunakan motor berCC besar bersama teman-temannya. Hal itu dirasa Dewi sebagai hal yang mengesankan.

"Tidak tahu kenapa tapi rasanya keren aja bisa naik motor gede," jawabnya singkat.

Tepat ditahun 2002 Dewi mulai belajar dengan motor pertama berjenis Kawasaki Ninja 250cc.

Meski pernah mengalami kecelakaan di tahun 2007 akibat terjatuh dari motor, Dewi berusaha mematahkan rasa takut demi tekadnya untuk bisa mengendarai motor gede.

"Ini (kepala) dijahit lima, " kata nya saat ditemui Surya, Jumat (19/2/2016).

Lambat laun, Dewi pun bisa mengendarai motor meski belum memiliki moge sendiri.
Untuk menyiasati kecintaanya akan moge, ditahun 2012 perempuan kelahiran Surabaya ini bekerja sebagai sekretariat administrasi di HDCI sekaligus bergabung dengan HDCI Surabaya.

"Meskipun belum punya motor sendiri, saya bersyukur bisa bergabung dengan keluarga HDCI. Karena banyak ilmu yang bisa saya dapatkan, " ujar Dewi.

Masih kata Dewi, terjun dalam club HDCI Surabaya tidak membuatnya menyesal. Sebab di sini ia memperoleh keluarga, teman, serta lingkungan baru.

"Di setiap touring, pasti ada hal baru yang saya dapatkan. Itu yang membuat saya sangat bersyukur telah memilih jalan ini, " terangnya.

Dari puluhan pengalaman touring yang pernah dia ikuti, pengalaman mengesankan saat touring di Sumatera.

Selain itu touring terjauhnya, kondisi jalan dan berada di jalan bersama rombongan pada tengah malam memberikan suntikan andrenalin tersendiri untuknya.

"Saat di Sumatera itu pas tengah malam, jalan sepi, kanan kiri jalan tidak ada lampu sama sekali dan jurang yang curam. Kami rombongan harus sangat berhati-hati dan waspada," jelasnya.

Saat disinggung soal biaya yang di keluarkan setiap melakukan touring Dewi mengeluarkan uang jutaan untuk membeli keperluan touringnya.

"Kalau touring jarak dekat sekitar Rp 500 ribu, tapi kalau touring jauh ya jutaan," katanya.

Penulis: Dya Ayu
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved