Breaking News:

Berita Surabaya

Komunitas Motor Dilarang Pakai Lampu Rotator di Jalan Raya, Ini Alasannya

Komunitas ini baru boleh menggunakan lampu rotator setelah mendapat rekomendasi dari kepolisian.

surya/ahmad zaimul haq
Sejumlah anggota komunitas motor buatan Eropa dan Amerika tahun pembuatan yang rata-rata dibawah tahun 1960an, Bikers Brotherhood East Java Chapter berkumpul di Jalan Darmo Surabaya, beberapa waktu lalu. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Lampu rotator berfungsi sebagai penanda permohonan priotitas di jalan raya. Ada tiga macam lampu rotator yang biasa digunakan, yaitu biru, merah, dan kuning.

Rotator warna biru biasa digunakan polisi. Rotator warna merah biasa digunakan kendaraan tahanan, pengawalan Tentara Nasional Indonesia (TNI), pemadam kebakaran, ambulan, palang merah Indonesia (PMI), dan mobil jenazah.

Sedangkan rotator warna kuning digunakan kendaraan patroli jalan tol, pengawasan sarana dan prasarana lalu lintas dan angkutan jalan (LLAJ), perawatan dan pembersihan fasilitas umum, menderek kendaraan, dan angkutan barang khusus.

“Selain kendaraan-kendaraan itu, tidak boleh menggunakan lampu rotator,” kata KBO Satlantas Polrestabes Surabaya, AKP Warih Hutomo, Jumat (19/2/2016).

Larangan ini juga berlaku bagi komunitas klub motor atau klub mobil. Komunitas ini baru boleh menggunakan lampu rotator setelah mendapat rekomendasi dari kepolisian.

Biasanya komunitas mengajukan rekomendasi sebelum ada event, atau ikut kontes. Tapi penggunaan lampu ini pun tidak boleh di jalan raya.

Warih menambahkan komunitas yang ingin memakai lampu rotator wajib menggunakan pengawalan kepolisian. Tapi lampu rotator tetap tidak diperkenankan dipasang di kendaraan anggota komunitas.

Lampu rotator hanya terpasang di kendaraan pengawalan. Polisi akan menenrjunkan jumlah kendaraan pengawalan setelah mempertimbangkan beberapa hal.

Pertimbangannya adalah kepadatan lalu lintas dan jumlah anggota komunitas. Bila arus lalu lintas terlalu padat, polisi akan menerjunkan lebih dari satu unit kendaraan pengawal.

Begitu pula bila peserta tour sangat banyak. “Kalau pesertanya banyak, juga akan dipecah sesuai kebutuhan,” tambahnya.

Selama ini komunitas mobil atau motor tidak hanya menggunakan lampu rotator. Beberapa komunitas juga menggunakan lampu senter selama di jalanan.

Berbeda dengan penggunaan lampu rotator, tidak ada aturan khusus terkait penggunaan lampu senter. Artinya, lampu senter bukan media untuk permohonan prioritas di jalan raya.

“Penggunaan lampu senter tetap harus bijak,” terang Warih.

Penulis: Zainuddin
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved