Breaking News:

Berita Malang Raya

Museum Mpu Purwa Selesai Tapi Mimin Nangis Tiap Arca-arca dan Prasasti Kehujanan

#MALANG - Ya, meskipun ini terbuat dari batu, saya yang sudah lama mengurusnya sebelum mereka dipindah di sini.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Yuli
SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO
BELUM DIPINDAH - Mimin Yuni Marita membersihkan arca kuno koleksi Museum Mpu Purwa yang disimpan di bangunan semi permanen depan Museum Mpu Purwa, Kota Malang, Jumat(19/2/2016). Meski proses renovasi ruang pamer museum sudah selesai, puluhan arca di museum ini belum dipindahkan. 

SURYA.co.id | MALANG – Mimin Yuni Marita (29), penjaga Museum Mpu Purwa di Jl Soekarno Hatta, Kota Malang, selalu merasa sedih saat hujan turun.

Tak jarang ia mbrebes mili ketika melihat hujan deras yang mengakibatkan air masuk ke tempat penyimpanan semetara arca dan prasasti di museum itu.

Sudah sekitar dua tahun 74 arca dan tiga prasasti milik museum itu disimpan di bangunan sementara sebelah timur gedung yang baru tuntas dipugar.

Saat itu, barang bersejarah tersebut harus dipindah karena gedung dibangun total dan baru selesai dibangun awal Januari lalu.

“Saya belum dapat info kapan arca dan patung ini akan dipindah ke dalam (gedung). Memindah ini kan tak boleh sembarangan. Harus petugasnya khusus. Tempat penyimpanannya, ya, seperti ini. Kalau hujan, air masuk,” kata Mimin, Jumat (19/2/2016).

Bangunan sekitar 7x6 meter itu hanya berdinding kayu dengan atap genting yang berlobang di beberapa titik.

Saat hujan deras, air masuk tak hanya dari atap. Tapi juga dari aliran di tanah. Maklum, sekitar 20 centimeter dari atas tanah, tidak ada dinding yang menyekat bangunan sementara itu.

Akibatnya, bagian bawah arca tampak sedikit berlumpur bekas genangan air hujan.

“Saya sering nangis kalau lihat arca-arca ini kehujanan. Ya, meskipun ini terbuat dari batu, saya yang sudah lama mengurusnya sebelum mereka dipindah di sini (tempat sementara), merasa tidak tega. Mungkin beda jika yang melihat orang-orang yang tidak dekat dengan arca-ara ini,” tambah Mimin.

Saat itu, ia membersihkan patung dari sarang laba-laba dan kotoran lain dengan sapu berganggang panjang. “Dua hari sekali harus dibersihkan seperti ini,” katanya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved